
Pantau - Presiden Bulgaria Iliana Iotova menyerukan penghentian sementara konflik bersenjata di Laut Hitam setelah serangan pesawat nirawak atau drone terhadap dua kapal di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Bulgaria menyebabkan satu kapal terbakar dan satu lainnya tenggelam.
Seruan tersebut disampaikan Iotova saat memimpin rapat darurat Dewan Konsultatif Keamanan Nasional pada Rabu (7/10/2026), sebagaimana dilaporkan stasiun televisi nasional Bulgaria, BNT.
Iotova meminta negara-negara pesisir Laut Hitam segera mengambil langkah bersama untuk menghentikan serangan terhadap kapal niaga dan menjamin keselamatan pelayaran.
"Kita perlu memberlakukan moratorium terhadap konflik bersenjata di Laut Hitam dan mengubah kawasan ini menjadi zona keamanan bersama," ujar Iotova.
Bulgaria Dorong Penghentian Konflik di Laut Hitam
Presiden Iotova menilai penghentian sementara konflik bersenjata diperlukan untuk menjaga keamanan kawasan Laut Hitam.
Ia menegaskan bahwa Bulgaria harus berperan aktif dalam proses negosiasi guna mencapai kesepakatan di antara negara-negara yang berbatasan dengan perairan tersebut.
Menurutnya, komunikasi dengan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) juga perlu diperkuat untuk merespons ancaman keamanan pelayaran.
Iotova secara khusus mendorong pembicaraan dengan Rumania dan Turkiye sebagai bagian dari upaya bersama melindungi kapal-kapal yang melintas di Laut Hitam.
"Bulgaria harus segera mengadakan pembicaraan dengan Rumania dan Turkiye mengenai langkah-langkah bersama untuk menghentikan serangan terhadap kapal niaga di Laut Hitam dan memastikan keamanan pelayaran," ucap Iotova.
Langkah diplomatik tersebut diarahkan untuk mencegah berulangnya serangan terhadap kapal niaga di kawasan perairan tersebut.
Dua Kapal Diserang Drone, Satu Terbakar dan Satu Tenggelam
Seruan Presiden Bulgaria muncul setelah pemerintah negara itu melaporkan serangan terhadap dua kapal yang melintas di Zona Ekonomi Eksklusif Bulgaria.
Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev pada Selasa (6/10/2026) mengungkapkan bahwa kedua kapal tersebut menjadi sasaran serangan sejumlah pesawat nirawak.
Akibat serangan itu, satu kapal dilaporkan terbakar, sedangkan kapal lainnya tenggelam.
Pemerintah Bulgaria menyatakan belum memiliki informasi mengenai pihak yang memiliki atau mengoperasikan pesawat nirawak tersebut.
Belum ada keterangan lebih lanjut dalam laporan tersebut mengenai identitas kedua kapal maupun kemungkinan korban akibat serangan.
Bulgaria Minta PBB Tinjau Aspek Hukum Serangan
Selain mendorong perundingan dengan negara-negara tetangga, Iotova meminta keterlibatan Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia menilai IMO perlu membantu meninjau aspek hukum terkait insiden serangan terhadap kapal-kapal di Laut Hitam.
Iotova juga mendorong pengesahan resolusi yang menjamin kebebasan navigasi dan keselamatan pelayaran di kawasan tersebut.
Usulan itu menjadi bagian dari langkah Bulgaria untuk memperkuat perlindungan terhadap aktivitas pelayaran di tengah meningkatnya ancaman keamanan.
Pemerintah Bulgaria kini mendorong koordinasi internasional guna menghentikan serangan terhadap kapal niaga sekaligus memastikan Laut Hitam tetap aman bagi aktivitas pelayaran.
- Penulis :
- Aditya Yohan




