HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Klaim AS Sulit Blokade Negaranya karena Memiliki Perbatasan dengan 15 Negara

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Klaim AS Sulit Blokade Negaranya karena Memiliki Perbatasan dengan 15 Negara
Foto: (Sumber :Massa demonstran memprotes serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran di Teheran, Iran, pada 4 Maret 2026. ANTARA/XINHUA/Shadati/pri.)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mudah memblokade negaranya karena Iran memiliki hubungan geografis dengan 15 negara tetangga yang memungkinkan pengembangan jalur alternatif perdagangan, ekonomi, politik, dan keamanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Kamis (8/10/2026), menjelang kunjungannya ke Turkmenistan untuk menghadiri sejumlah pertemuan internasional.

Menurut Presiden Iran, posisi geografis negaranya memberikan peluang untuk mempertahankan hubungan ekonomi dengan berbagai negara meskipun menghadapi tekanan dan pembatasan dari Washington.

"Kami berbagi perbatasan dengan 15 negara, jadi mereka [Amerika Serikat] tidak bisa dengan mudahnya memblokade kami," kata sang presiden kepada stasiun TV Iran.

Pezeshkian menyampaikan bahwa keberadaan negara-negara tetangga menjadi salah satu faktor penting dalam strategi Iran menghadapi kebijakan pembatasan yang diterapkan Amerika Serikat.

Iran Andalkan Hubungan dengan 15 Negara untuk Hadapi Blokade AS

Presiden Masoud Pezeshkian menjelaskan bahwa posisi Iran yang berada di antara sejumlah negara memberikan berbagai pilihan untuk menjalin hubungan internasional.

Menurutnya, kerja sama dengan negara-negara tetangga dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, terutama ekonomi dan perdagangan.

Selain kedua sektor tersebut, Iran juga memiliki peluang memperluas hubungan politik dan keamanan melalui kemitraan regional.

Pezeshkian menilai banyaknya negara yang berbatasan dengan Iran membuat upaya pembatasan hubungan ekonomi negaranya tidak mudah dilakukan.

Ia menegaskan bahwa jalur kerja sama alternatif menjadi salah satu pilihan yang dapat dimanfaatkan Iran dalam menghadapi tekanan internasional.

Pemerintah Iran juga berupaya memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara di kawasan sebagai bagian dari strategi menghadapi kebijakan Amerika Serikat.

Pezeshkian Kunjungi Turkmenistan untuk Hadiri Pertemuan Internasional

Pernyataan mengenai blokade Amerika Serikat disampaikan Pezeshkian sebelum bertolak menuju Turkmenistan pada Jumat (9/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Iran dijadwalkan menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS).

Ia juga akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan Hidup Kaspia yang membahas kerja sama terkait kawasan Laut Kaspia.

Pezeshkian menyebut kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan hubungan Iran dengan negara-negara tetangga.

Selain menghadiri agenda internasional, Iran berencana membahas strategi menghadapi pendekatan sepihak dalam hubungan antarnegara.

Pembahasan tersebut mencakup hubungan internasional maupun kerja sama bilateral yang melibatkan Iran dan mitra-mitranya.

Pezeshkian berharap pertemuan di Turkmenistan dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dengan negara-negara di kawasan.

Amerika Serikat Terapkan Blokade Maritim dan Sanksi Penerbangan

Pernyataan Presiden Iran muncul di tengah penerapan sejumlah kebijakan pembatasan Amerika Serikat terhadap Teheran.

Berdasarkan laporan tersebut, Amerika Serikat saat ini memberlakukan blokade maritim terhadap Iran.

Washington juga telah menjatuhkan sanksi yang bertujuan membatasi kemampuan maskapai penerbangan Iran dalam melayani penerbangan internasional.

Langkah tersebut menambah tekanan terhadap hubungan transportasi dan konektivitas Iran dengan negara-negara lain.

Pemerintah Iran menyebut pembatasan terhadap sektor penerbangan tersebut sebagai "blokade udara."

Istilah tersebut digunakan Teheran untuk menggambarkan dampak kebijakan Amerika Serikat terhadap kemampuan maskapai Iran menjangkau berbagai negara.

Iran Siapkan Kerja Sama Regional sebagai Jalur Alternatif

Menghadapi pembatasan dari Amerika Serikat, pemerintah Iran menempatkan hubungan dengan negara-negara tetangga sebagai salah satu prioritas diplomasi.

Pezeshkian menyampaikan bahwa kerja sama regional dapat memberikan alternatif bagi Iran untuk mempertahankan hubungan ekonomi dan perdagangan.

Selain itu, kemitraan politik dan keamanan juga menjadi bagian dari hubungan yang ingin diperkuat dengan negara-negara di kawasan.

Menurut Presiden Iran, kondisi geografis negaranya memungkinkan pengembangan berbagai jalur kerja sama di tengah tekanan internasional.

Kunjungan ke Turkmenistan menjadi salah satu agenda diplomatik yang diharapkan dapat mendukung upaya tersebut.

Hingga Jumat (9/10/2026), Iran tetap menghadapi kebijakan pembatasan Amerika Serikat di sektor maritim dan penerbangan, sementara pemerintah Teheran menegaskan akan terus memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangganya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026