HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Pastikan AS Tidak Akan Serang Iran Sebelum Pemilu 3 November, Blokade Minyak di Selat Hormuz Tetap Berlaku

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Pastikan AS Tidak Akan Serang Iran Sebelum Pemilu 3 November, Blokade Minyak di Selat Hormuz Tetap Berlaku
Foto: (Sumber :Seorang pengunjuk rasa memegang poster di depan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 7 April 2026. (ANTARA/Xinhua/Li Rui).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya tidak akan melancarkan serangan militer terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu pada 3 November 2026, meskipun blokade AS terhadap Iran tetap diberlakukan.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun media sosial Truth Social pada Kamis (8/10/2026), di tengah berlangsungnya pembicaraan antara Washington dan Teheran.

Ia menyebut komunikasi dengan pemerintah Iran menunjukkan perkembangan yang produktif, tetapi menegaskan bahwa tekanan terhadap negara tersebut belum akan dihentikan.

"Kami tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum Pemilu Paruh Waktu yang akan diadakan di AS pada 3 November," tulis Trump di Truth Social.

Trump Sebut Pembicaraan dengan Iran Berjalan Produktif

Trump mengatakan pemerintah AS masih melakukan pembicaraan dengan Republik Islam Iran di tengah ketegangan antara kedua negara.

Ia menggambarkan proses komunikasi tersebut sebagai langkah yang produktif.

"Kami sedang melakukan pembicaraan produktif dengan Republik Islam Iran," kata Trump.

Dalam pernyataan yang sama, Trump mengeklaim Iran berada dalam "kondisi yang sangat buruk" secara ekonomi dan militer.

Meski menyatakan tidak akan melakukan serangan sebelum pemilu paruh waktu, Trump tidak mengumumkan pencabutan blokade yang sedang diberlakukan terhadap Iran.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah AS tetap mempertahankan kebijakan tekanan terhadap Teheran selama proses pembicaraan berlangsung.

Blokade AS terhadap Iran Tetap Diberlakukan

Trump menegaskan blokade AS akan tetap berlaku "dengan kekuatan dan dampak penuh," meskipun Washington tidak berencana menyerang Iran sebelum 3 November.

Ia juga menyampaikan klaim mengenai pergerakan minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Menurut Trump, sebanyak 22 juta barel minyak telah melewati jalur pelayaran strategis tersebut dalam semalam.

Ia mengeklaim tidak ada minyak yang berasal dari Iran maupun dikirim menuju Iran dalam pergerakan tersebut.

Klaim mengenai volume minyak dan asal pengiriman tersebut disampaikan Trump tanpa rincian data pendukung dalam laporan yang tersedia.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia yang menghubungkan kawasan Teluk dengan pasar energi internasional.

Trump Tegaskan Iran Tidak Boleh Memiliki Senjata Nuklir

Selain membahas kemungkinan serangan militer dan blokade minyak, Trump kembali menegaskan sikap pemerintah AS mengenai program nuklir Iran.

Dalam unggahannya, ia menyatakan penolakan terhadap kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir.

"IRAN TIDAK AKAN MEMILIKI SENJATA NUKLIR!" tulis Trump.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pesan Trump mengenai kebijakan AS terhadap Iran di tengah berlangsungnya pembicaraan kedua negara.

Trump tidak merinci hasil pembicaraan yang disebutnya produktif maupun langkah lanjutan yang akan ditempuh setelah pemilu paruh waktu.

Aliran Minyak Selat Hormuz Dilaporkan Turun Tajam

Di tengah pernyataan Trump, Financial Times pada Kamis (8/10/2026) melaporkan penurunan tajam aliran minyak melalui Selat Hormuz.

Berdasarkan data awal yang dikutip laporan tersebut, hanya sekitar 4 juta barel minyak melewati Selat Hormuz pada Selasa (6/10/2026).

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata mingguan pada akhir September 2026 yang mencapai 15 juta barel per hari.

Sebagai perbandingan, sebelum AS dan Israel melancarkan kampanye militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, volume minyak yang melintasi Selat Hormuz tercatat lebih tinggi.

Menurut Badan Informasi Energi AS, rata-rata 21,6 juta barel minyak melewati selat tersebut setiap hari pada kuartal keempat 2025.

Jumlah itu setara dengan sekitar seperlima konsumsi minyak global pada periode tersebut.

Penurunan aliran minyak melalui Selat Hormuz menjadi perhatian di tengah berlanjutnya blokade AS dan ketegangan dengan Iran.

Sementara itu, Trump menegaskan tidak akan melakukan serangan terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026, tetapi tetap mempertahankan blokade terhadap negara tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026