HOME  ⁄  Geopolitik

AS Dakwa Nicolas Maduro dan Istrinya atas Dugaan Konspirasi Penyiksaan, Sidang Dijadwalkan Juni 2027

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Dakwa Nicolas Maduro dan Istrinya atas Dugaan Konspirasi Penyiksaan, Sidang Dijadwalkan Juni 2027
Foto: (Sumber :Para pendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro berunjuk rasa di luar gedung pengadilan di New York, Amerika Serikat, (22/7/2026). (Xinhua/Zhang Fengguo).)

Pantau - Otoritas Amerika Serikat (AS) mengajukan dakwaan baru terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, atas dugaan konspirasi untuk melakukan penyiksaan, sebagaimana tercantum dalam surat dakwaan yang diajukan ke pengadilan federal Manhattan, New York, Kamis (8/10/2026).

Dakwaan tersebut menambah daftar tuduhan pidana yang dihadapi Maduro setelah sebelumnya didakwa dalam perkara narkoterorisme, penyelundupan kokaina, dan pelanggaran terkait senjata.

Dalam dokumen pengadilan, jaksa AS menuduh Maduro mengizinkan penggunaan penyiksaan dan mengawasi sistem penindasan terhadap kelompok oposisi politik.

Maduro sebelumnya menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang telah diajukan terhadapnya.

Jaksa AS Tuduh Maduro Mengawasi Sistem Penyiksaan

Surat dakwaan terbaru menyebut Maduro diduga terlibat dalam konspirasi penggunaan penyiksaan terhadap sejumlah individu tertentu.

Jaksa AS juga menuduh pemerintahan Maduro menggunakan penahanan sewenang-wenang dan kekerasan untuk menekan kelompok oposisi politik.

"Dia (Maduro) mengizinkan penggunaan penyiksaan terhadap individu-individu tertentu dan mengawasi sistem yang dirancang untuk menggunakan penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, serta kekerasan sebagai sarana penindasan terhadap oposisi politik," papar dakwaan tersebut.

Tuduhan tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung di pengadilan federal Manhattan.

Selain Maduro, Cilia Flores juga tercantum sebagai pihak yang menghadapi dakwaan baru terkait dugaan konspirasi penyiksaan.

Maduro Sebelumnya Didakwa dalam Kasus Narkoterorisme

Sebelum munculnya dakwaan penyiksaan, Maduro telah menghadapi sejumlah tuduhan pidana dari otoritas Amerika Serikat.

Dakwaan sebelumnya mencakup dugaan konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokaina, serta pelanggaran yang berkaitan dengan senjata.

Maduro telah menyatakan tidak bersalah atas dakwaan-dakwaan tersebut.

Perkara pidana terhadap Maduro dan Flores ditangani oleh pengadilan federal di Manhattan, New York.

Seorang hakim AS pada Juli 2026 menetapkan bahwa persidangan keduanya dijadwalkan dimulai pada 1 Juni 2027.

Pengacara Maduro Ajukan Permohonan Pembatalan Kasus

Tim kuasa hukum Maduro telah mengajukan permohonan agar perkara pidana terhadap kliennya dibatalkan.

Pengacara Maduro berpendapat bahwa penangkapan terhadap kliennya dilakukan ketika ia masih menjabat sebagai Presiden Venezuela.

Atas dasar tersebut, tim pembela menyatakan Maduro berhak memperoleh kekebalan hukum dari yurisdiksi pidana negara asing.

Argumen kekebalan tersebut menjadi bagian dari upaya hukum yang diajukan pihak Maduro untuk menentang proses peradilan di Amerika Serikat.

Belum ada keterangan dalam laporan tersebut mengenai keputusan pengadilan atas permohonan pembatalan kasus yang diajukan tim pembela.

Maduro dan Istri Ditahan di Brooklyn Sejak Januari 2026

Maduro dan Cilia Flores ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada 3 Januari 2026.

Dalam operasi tersebut, pasukan AS menangkap keduanya secara paksa di Caracas sebelum membawa mereka ke New York.

Sejak penangkapan itu, Maduro dan Flores ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn.

Keduanya masih menghadapi proses hukum di Amerika Serikat dengan jadwal persidangan yang telah ditetapkan pada 1 Juni 2027.

Dakwaan terbaru mengenai dugaan konspirasi penyiksaan menambah persoalan hukum yang harus dihadapi Maduro dan istrinya dalam perkara yang sedang berjalan di pengadilan federal AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026