HOME  ⁄  Geopolitik

Pentagon Berencana Siarkan Langsung Eksekusi Nidal Hasan, Terpidana Penembakan 13 Tentara AS di Fort Hood

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pentagon Berencana Siarkan Langsung Eksekusi Nidal Hasan, Terpidana Penembakan 13 Tentara AS di Fort Hood
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat (AS). (ANTARA/Anadolu/py.))

Pantau - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, mengonfirmasi rencana Pentagon menyiarkan secara langsung eksekusi Nidal Malik Hasan, anggota militer AS yang dijatuhi hukuman mati atas penembakan yang menewaskan 13 tentara di pangkalan militer Fort Hood, Texas, pada 2009.

Hegseth menyampaikan konfirmasi tersebut pada Kamis (8/10/2026) melalui akun media sosial X setelah membagikan ulang laporan CBS News mengenai rencana militer AS menyiarkan pelaksanaan hukuman mati Hasan.

"Benar," tulis Hegseth menanggapi laporan tersebut.

Menurut Hegseth, eksekusi Hasan akan dilaksanakan secara terbuka menggunakan regu tembak sebagai bentuk pelaksanaan hukuman atas tindak pidana yang dilakukannya.

Ia menyatakan bahwa penyiaran eksekusi tersebut dimaksudkan agar masyarakat memahami adanya konsekuensi serius atas tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa.

Nidal Hasan Divonis Bersalah atas Penembakan di Fort Hood pada 2009

Nidal Malik Hasan merupakan anggota militer Amerika Serikat yang dinyatakan bersalah dalam kasus penembakan mematikan di pangkalan militer Fort Hood, Texas, pada 2009.

Peristiwa tersebut menyebabkan 13 tentara AS meninggal dunia dan menjadi salah satu kasus penembakan yang mendapat perhatian luas di lingkungan militer Amerika Serikat.

Hasan kemudian menjalani proses hukum militer hingga dijatuhi hukuman mati atas perbuatannya.

Kasus tersebut kembali menjadi perhatian setelah Pentagon mengungkap rencana pelaksanaan eksekusi menggunakan regu tembak.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa hukuman terhadap Hasan akan dilaksanakan secara terbuka dan disiarkan langsung kepada masyarakat.

Pentagon Rencanakan Siaran Langsung Eksekusi dengan Regu Tembak

Rencana penyiaran eksekusi Nidal Hasan mencuat setelah CBS News melaporkan bahwa militer Amerika Serikat sedang mempersiapkan siaran langsung pelaksanaan hukuman mati tersebut.

Hegseth kemudian membenarkan laporan itu melalui unggahannya di platform X pada Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, keterbukaan pelaksanaan hukuman tersebut bertujuan memperlihatkan konsekuensi hukum yang berat bagi pelaku tindakan seperti penembakan di Fort Hood.

Pelaksanaan hukuman mati dengan regu tembak menjadi metode eksekusi yang disebutkan dalam rencana tersebut.

Meski demikian, informasi yang disampaikan belum merinci tanggal pelaksanaan eksekusi maupun mekanisme penyiaran langsung yang akan digunakan.

Konfirmasi Hegseth menegaskan adanya rencana Pentagon untuk menyiarkan eksekusi Nidal Malik Hasan kepada publik, sementara waktu pelaksanaannya belum disebutkan dalam laporan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026