HOME  ⁄  Geopolitik

Sekitar 5.000 Warga Turkiye Alami Mual dan Diare, Puluhan Dirawat di Rumah Sakit dan Penyebab Infeksi Diselidiki

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sekitar 5.000 Warga Turkiye Alami Mual dan Diare, Puluhan Dirawat di Rumah Sakit dan Penyebab Infeksi Diselidiki
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera Turkiye. /ANTARA/Nabil Ihsan.)

Pantau - Sekitar 5.000 warga Provinsi Tokat, Turkiye bagian utara, mendatangi fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan mual dan diare sejak Jumat (9/10/2026), sementara pemerintah setempat masih menyelidiki penyebab munculnya kasus infeksi tersebut.

Gubernur Tokat Abdullah Koklu mengungkapkan sekitar 70 orang sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat keluhan kesehatan yang serupa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 pasien telah diperbolehkan pulang, sedangkan 30 orang lainnya masih menjalani perawatan.

Pemerintah daerah memastikan hingga Senin (12/10/2026) tidak ditemukan kondisi pasien yang mengancam nyawa.

"Sejak Jumat (9/10), kasus infeksi tertentu tercatat di provinsi ini. Hari ini, saya mengunjungi pasien yang dirawat di Rumah Sakit Tokat. Saat ini, sekitar 5.000 orang telah memeriksakan diri ke dokter. Sekitar 70 orang di antaranya dirawat di rumah sakit, 40 orang lainnya telah dipulangkan, dan 30 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Tidak ada ancaman terhadap nyawa," kata Koklu kepada wartawan, Senin.

Pemerintah Turkiye Selidiki Penyebab Ribuan Warga Mengalami Gangguan Kesehatan

Pemerintah Provinsi Tokat tengah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber infeksi yang menyebabkan ribuan warga mengalami keluhan mual dan diare.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengambil sampel air minum untuk diperiksa lebih lanjut.

Sampel tersebut telah dikirimkan kepada Kementerian Kesehatan Turkiye di Ankara guna memastikan kemungkinan keterkaitan antara kualitas air dan kasus infeksi.

Koklu mengatakan pemerintah belum dapat memastikan apakah air minum menjadi sumber gangguan kesehatan yang dialami masyarakat.

Hasil pemeriksaan sampel air diperkirakan dapat diketahui pada Selasa (13/10/2026) atau paling lambat Rabu (14/10/2026) pagi.

"Kami ingin memastikan bahwa sumber infeksi bukan berasal dari air. Kami akan menerima informasi mengenai hal ini besok atau paling lambat Rabu pagi. Hingga saat itu, kami mengimbau warga agar berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman," kata Koklu.

Sekolah dan Kantor Pemerintah Jalani Langkah Sanitasi

Selain melakukan pemeriksaan sampel air, pemerintah setempat telah menerapkan langkah-langkah sanitasi di berbagai fasilitas umum.

Upaya tersebut dilakukan di seluruh sekolah dan lembaga pemerintah di Provinsi Tokat pada Minggu (11/10/2026).

Langkah sanitasi dilaksanakan di tengah meningkatnya jumlah warga yang mencari pertolongan medis akibat gejala serupa.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi selama penyebab infeksi belum diketahui.

Pemeriksaan kesehatan dan penelusuran sumber infeksi masih menjadi perhatian otoritas setempat.

Gubernur Tokat Pastikan Tidak Ada Pasien dalam Kondisi Mengancam Nyawa

Gubernur Abdullah Koklu meminta masyarakat tidak panik menghadapi peningkatan kasus gangguan kesehatan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa kondisi pasien yang menjalani perawatan masih dalam penanganan tenaga medis.

Dari sekitar 70 orang yang sempat dirawat, sebagian besar telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Sementara itu, 30 pasien lainnya masih mendapatkan perawatan hingga laporan pemerintah disampaikan pada Senin.

Koklu juga mengatakan bahwa "belum ada alasan untuk khawatir."

Pemerintah Provinsi Tokat masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan sumber infeksi yang menyebabkan ribuan warga mengalami mual dan diare.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026