HOME  ⁄  Geopolitik

Lebih dari 200 Penambang Emas Tewas akibat Serangan Udara di Sudan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lebih dari 200 Penambang Emas Tewas akibat Serangan Udara di Sudan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Ledakan. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra/nz/aa).)

Pantau - Lebih dari 200 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara yang menghantam kawasan pertambangan emas di Sudan barat laut, dekat perbatasan Mesir, pada Sabtu (10/10/2026).

Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan, memerintahkan penyelidikan terhadap serangan tersebut dengan membentuk komisi yang melibatkan unsur kejaksaan, kehakiman, dan keamanan.

Menurut laporan surat kabar Sudan Tribune pada Minggu (11/10/2026), serangan udara menghantam sejumlah lokasi pertambangan emas di Distrik Shamal Al-Wadi dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Serangan Udara Hancurkan Lokasi Pertambangan Emas

Berdasarkan keterangan korban selamat yang dikutip Sudan Tribune, serangan terjadi pada Sabtu pagi di kawasan pertambangan emas yang menjadi tempat aktivitas para penambang.

Serangan udara tersebut menghantam sejumlah titik pertambangan dan menghancurkan tempat berlindung yang digunakan para pekerja.

Beberapa lubang tambang yang saat itu masih berisi penambang juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan.

Laporan awal menyebutkan lebih dari 200 orang kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut.

Meski jumlah korban tewas telah dilaporkan oleh media setempat, penyebab pasti dan pihak yang melakukan serangan masih dalam penyelidikan.

Pemerintah Sudan Perintahkan Penyelidikan

Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan, mengambil langkah dengan memerintahkan pembentukan komisi investigasi untuk mengusut serangan tersebut.

Komisi itu akan melibatkan perwakilan lembaga penegak hukum dan keamanan Sudan.

"Ketua Dewan Kedaulatan Transisi memerintahkan pembentukan komisi yang melibatkan perwakilan dari kantor kejaksaan, kehakiman, dan keamanan, dengan tugas untuk menyelidiki peristiwa tersebut," demikian keterangan otoritas Sudan pada Senin (12/10/2026).

Penyelidikan tersebut ditujukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kawasan pertambangan.

Hingga laporan ini disampaikan, belum ada keterangan resmi mengenai pihak yang diduga bertanggung jawab atas serangan udara tersebut.

Serangan Terjadi di Tengah Konflik Bersenjata Sudan

Peristiwa tersebut terjadi ketika Sudan masih menghadapi konflik bersenjata berkepanjangan sejak 2023.

Konflik melibatkan pasukan pemerintah Sudan dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat atau Rapid Support Forces (RSF).

Pertempuran antara kedua pihak telah berlangsung selama beberapa tahun dan menyebabkan situasi keamanan di berbagai wilayah Sudan tidak stabil.

Kelompok RSF juga dilaporkan diduga menerima dukungan dari pihak asing dalam konflik tersebut.

Namun, belum ada informasi yang mengaitkan secara pasti salah satu pihak dalam konflik dengan serangan udara terhadap kawasan pertambangan emas di Shamal Al-Wadi.

Pemerintah Sudan masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan lebih dari 200 penambang tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026