
Pantau - Pemerintah Venezuela menerima peralatan dan suku cadang baru untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik nasional yang mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Juni 2026, sementara pemadaman listrik masih dilaporkan terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.
Kedatangan peralatan tersebut diumumkan Kantor Berita Venezuela (AVN) pada Senin (12/10/2026), dengan mengutip informasi resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela.
Peralatan dan suku cadang yang diterima akan digunakan untuk mendukung perbaikan pembangkit listrik tenaga termal yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan nasional.
Pemerintah Venezuela menargetkan pemulihan sektor kelistrikan secara bertahap melalui kerja sama antara pemerintah pusat, sektor swasta, dan tenaga ahli dalam negeri.
Venezuela Libatkan Pemerintah dan Insinyur untuk Perbaiki Jaringan Listrik
Pemerintah Venezuela menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat perbaikan infrastruktur kelistrikan yang mengalami kerusakan.
Kantor Berita Venezuela melaporkan bahwa pengadaan peralatan baru merupakan bagian dari program pemulihan pembangkit listrik yang terdampak gangguan.
"Upaya-upaya ini dilaksanakan melalui kemitraan antara pemerintah pusat, sektor swasta, dan para insinyur Venezuela," lapor AVN.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan kapasitas pembangkitan listrik serta memperbaiki jaringan distribusi yang mengalami gangguan.
Pemerintah Venezuela juga menargetkan pembangunan kembali sektor kelistrikan dalam jangka menengah untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik nasional.
Menurut laporan AVN, proses pemulihan sebelumnya menghadapi hambatan akibat keterbatasan akses terhadap suku cadang asli.
AVN mengaitkan kondisi tersebut dengan tindakan koersif sepihak Amerika Serikat yang disebut membatasi akses Venezuela terhadap komponen kelistrikan.
Gempa Magnitudo 7,2 dan 7,5 Rusak Infrastruktur Listrik Venezuela
Kerusakan jaringan listrik Venezuela semakin parah setelah dua gempa bumi besar mengguncang wilayah utara negara tersebut pada 24 Juni 2026.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pembangkitan listrik.
Akibat bencana tersebut, Venezuela kehilangan kapasitas pembangkitan listrik hingga 800 megawatt.
Gangguan tersebut memperburuk keterbatasan pasokan listrik yang sebelumnya telah dialami sejumlah wilayah.
Kerusakan infrastruktur pembangkit juga menyebabkan pemerintah harus melakukan perbaikan secara bertahap untuk mengembalikan kapasitas produksi listrik.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat pengadaan peralatan dan suku cadang baru untuk mendukung proses pemulihan.
Pemerintah Klaim 600 Megawatt Kapasitas Listrik Berhasil Dipulihkan
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan perkembangan pemulihan jaringan listrik nasional pada Sabtu (10/10/2026).
Rodriguez menyebutkan bahwa pemerintah telah berhasil memulihkan 600 megawatt dari total 800 megawatt kapasitas pembangkitan listrik yang hilang akibat gempa bumi.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 200 megawatt kapasitas pembangkitan yang belum berhasil dipulihkan berdasarkan laporan tersebut.
Meski sebagian besar kapasitas pembangkitan telah kembali beroperasi, gangguan pasokan listrik masih dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Venezuela.
Pemerintah terus melanjutkan perbaikan infrastruktur dan pemulihan fasilitas pembangkit untuk mengatasi keterbatasan pasokan tersebut.
Pemadaman Listrik Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah
Pemulihan kapasitas pembangkitan belum sepenuhnya mengakhiri persoalan kelistrikan yang dihadapi Venezuela.
Sejumlah wilayah masih mengalami pemadaman listrik meskipun pemerintah telah mengembalikan sebagian besar kapasitas yang hilang akibat gempa.
Kedatangan peralatan dan suku cadang baru diharapkan dapat mendukung kelanjutan perbaikan pembangkit listrik tenaga termal.
Pemerintah Venezuela menempatkan pemulihan jaringan listrik sebagai bagian dari upaya membangun kembali infrastruktur energi yang terdampak kerusakan.
Hingga Selasa (13/10/2026), pemerintah belum mengumumkan jadwal pasti pemulihan seluruh kapasitas pembangkitan listrik yang masih mengalami gangguan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




