
Pantau - Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, menyatakan tidak bersalah atas dakwaan baru terkait dugaan penyiksaan yang diajukan otoritas Amerika Serikat (AS) dalam persidangan di Pengadilan Federal Manhattan, New York, Kamis (15/10/2026).
Keduanya menghadiri persidangan untuk menghadapi dakwaan yang telah direvisi, termasuk tuduhan mengendalikan sistem kekerasan yang melakukan penyiksaan terhadap sejumlah korban di Venezuela.
Dakwaan tersebut juga mencakup dugaan penyiksaan terhadap warga negara AS yang pernah ditahan di Venezuela.
Maduro membantah tuduhan yang diajukan kepadanya, sementara Flores juga menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan.
Hakim kemudian menunda dimulainya persidangan hingga 14 Juni 2027 menyusul penambahan dakwaan baru dalam perkara tersebut.
Maduro Sebut Dakwaan Penyiksaan sebagai Tuduhan Palsu
Dalam persidangan di Manhattan, Maduro secara langsung menolak dakwaan baru yang diajukan otoritas AS.
Maduro mengecam dakwaan tersebut sebagai "tuduhan palsu dan kesaksian palsu," saat memberikan tanggapan di hadapan pengadilan.
Sementara itu, Flores menyampaikan kepada hakim bahwa dirinya "sama sekali tidak bersalah" atas tuduhan yang ditujukan kepadanya.
Dakwaan terbaru menuduh pasangan tersebut memiliki kendali atas sistem kekerasan yang melakukan penyiksaan terhadap para korban, termasuk warga negara Amerika Serikat.
Namun, Maduro dan Flores tetap menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang dihadapi.
Sebelumnya, pasangan tersebut juga telah didakwa dalam perkara perdagangan narkoba dan kejahatan senjata api.
Keduanya telah membantah dakwaan terdahulu tersebut sebelum munculnya tuduhan baru terkait penyiksaan.
Pengacara Maduro Ajukan Argumen Kekebalan Presiden
Tim pengacara Maduro sebelumnya telah berupaya meminta pengadilan membatalkan perkara yang menjerat kliennya.
Permohonan tersebut didasarkan pada argumen bahwa Maduro masih menjabat sebagai Presiden Venezuela ketika ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat.
Atas dasar itu, pengacara Maduro berpendapat bahwa kliennya berhak memperoleh kekebalan dari yurisdiksi pidana negara asing.
Argumen kekebalan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pembelaan Maduro dalam menghadapi proses hukum di Amerika Serikat.
Sementara itu, pengadilan tetap melanjutkan penanganan perkara dengan mempertimbangkan dakwaan yang telah diperbarui.
Persidangan Ditunda hingga 14 Juni 2027
Penambahan dakwaan penyiksaan menyebabkan jadwal persidangan Maduro dan Flores mengalami perubahan.
Hakim memutuskan menunda dimulainya persidangan selama dua pekan sehingga jadwal baru ditetapkan pada 14 Juni 2027.
Penundaan tersebut berkaitan dengan masuknya dakwaan baru yang harus ditangani dalam proses persidangan.
Maduro dan Flores masih menghadapi proses hukum atas tuduhan penyiksaan, perdagangan narkoba, serta kejahatan senjata api.
Hingga persidangan terbaru, keduanya tetap mempertahankan pernyataan tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan otoritas AS.
Maduro dan Istri Ditahan di Brooklyn sejak Januari 2026
Kasus hukum terhadap Maduro dan Flores berlangsung setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada 3 Januari 2026.
Dalam operasi tersebut, pasukan khusus AS menangkap Maduro bersama istrinya di Caracas dan membawa keduanya ke New York.
Sejak penangkapan tersebut, Maduro dan Flores ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan yang berada di Brooklyn, New York.
Penahanan keduanya berlangsung selama proses hukum di pengadilan federal Amerika Serikat.
Dengan adanya dakwaan baru dan perubahan jadwal persidangan, Maduro serta Flores dijadwalkan kembali menghadapi proses pengadilan yang dimulai pada Juni 2027.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




