HOME  ⁄  Geopolitik

AS Larang Penerbangan Drone Tanpa Izin di Perbatasan Meksiko, Militer Siapkan Penindakan terhadap Drone Kartel Narkoba

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Larang Penerbangan Drone Tanpa Izin di Perbatasan Meksiko, Militer Siapkan Penindakan terhadap Drone Kartel Narkoba
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. /ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberlakukan pembatasan sementara penerbangan pesawat nirawak atau drone di sepanjang perbatasan dengan Meksiko mulai Jumat (16/10/2026) untuk memperkuat keamanan wilayah udara dan mengantisipasi aktivitas organisasi kriminal lintas negara.

Kebijakan tersebut melarang penerbangan drone tanpa izin hingga ketinggian 400 kaki atau sekitar 122 meter di atas permukaan tanah.

Pembatasan berlaku dalam zona selebar sekitar satu mil laut di sebelah utara garis perbatasan AS-Meksiko.

Departemen Perang AS menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Departemen Transportasi dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

“Departemen Transportasi AS (DOT), Departemen Perang AS (DoW), dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) hari ini mengumumkan upaya terkoordinasi baru untuk memperkuat keamanan wilayah udara di sepanjang perbatasan selatan AS melalui pembatasan sementara penerbangan drone,” kata departemen tersebut dalam pernyataan resmi, Jumat (16/10/2026).

Pembatasan Drone Berlaku di Sepanjang Perbatasan AS-Meksiko

Pemerintah AS menetapkan pembatasan penerbangan sementara sebagai bagian dari penguatan pengawasan keamanan di wilayah perbatasan selatan.

Aturan tersebut mulai diberlakukan pada Jumat (16/10/2026) dan mencakup wilayah udara di sebelah utara perbatasan dengan Meksiko.

Berdasarkan ketentuan yang diumumkan, penerbangan drone tanpa izin dilarang pada ketinggian hingga 400 kaki dari permukaan tanah.

Zona pembatasan memiliki lebar sekitar satu mil laut dari garis perbatasan ke arah wilayah Amerika Serikat.

Pemerintah AS menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengendalian aktivitas penerbangan nirawak di kawasan perbatasan.

Pelaksanaan kebijakan melibatkan Departemen Transportasi AS, Departemen Perang AS, serta Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Ketiga lembaga tersebut bekerja sama dalam penerapan pembatasan untuk mendukung pengawasan wilayah udara.

Militer AS Siapkan Penindakan terhadap Drone Kartel Narkoba

Selain menerapkan pembatasan penerbangan, militer AS menyatakan kesiapan melakukan penindakan terhadap drone yang digunakan kartel narkoba.

Departemen Perang AS mengutip pernyataan Menteri Perang Pete Hegseth mengenai rencana militer untuk menembak jatuh pesawat nirawak milik organisasi kriminal yang beroperasi di sepanjang perbatasan.

Penindakan tersebut dapat dilakukan menggunakan sistem persenjataan yang tersedia, termasuk teknologi laser.

Langkah tersebut diarahkan untuk menghadapi penggunaan drone oleh kartel narkoba dalam aktivitas di kawasan perbatasan.

Sebelumnya, media melaporkan bahwa militer AS telah memulai pengujian sistem penangkal drone di wilayah perbatasan selatan pada Oktober 2026.

Pengujian tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas pesawat nirawak yang dikaitkan dengan kartel.

Dalam satu bulan terakhir, militer AS dilaporkan mencatat sebanyak 378 insiden masuknya drone ke wilayah tersebut.

AS Ingin Ganggu Pengintaian dan Jalur Logistik Organisasi Kriminal

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin mengatakan pembatasan penerbangan bertujuan menghambat kegiatan organisasi kriminal transnasional.

Menurutnya, drone dapat digunakan untuk melakukan pengintaian udara dan mendukung jalur logistik kelompok kriminal.

Pembatasan wilayah udara diharapkan dapat mengganggu aktivitas tersebut sekaligus memperkuat pengamanan perbatasan.

Mullin juga menyatakan kebijakan itu ditujukan untuk menjamin keselamatan personel keamanan AS yang bertugas di sepanjang perbatasan selatan.

Pemerintah AS menempatkan pengendalian penerbangan nirawak sebagai salah satu langkah untuk menghadapi ancaman keamanan lintas batas.

Penerapan pembatasan sementara tersebut berlangsung bersamaan dengan pengujian teknologi penangkal drone oleh militer AS.

Hingga pengumuman kebijakan tersebut, pemerintah AS belum merinci batas akhir pemberlakuan pembatasan penerbangan sementara di sepanjang perbatasan Meksiko.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026