
Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brussel mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Belgia untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meluasnya demonstrasi yang diwarnai tindakan kekerasan hingga menyebabkan 195 orang ditangkap aparat kepolisian.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi keamanan di Belgia setelah demonstrasi terkait kebijakan pendidikan dan pemangkasan anggaran menimbulkan gangguan ketertiban umum.
KBRI Brussel meminta seluruh WNI yang tinggal, bekerja, menempuh pendidikan, maupun sedang melakukan perjalanan di Belgia untuk mengutamakan keselamatan pribadi dan menghindari kawasan yang menjadi lokasi demonstrasi.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan melalui akun Instagram KBRI Brussel dan dipantau dari Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026.
"Menyikapi perkembangan situasi terkini, termasuk demonstrasi di sejumlah wilayah di Belgia, KBRI di Brussel kembali mengimbau seluruh WNI di Belgia untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan diri," menurut pernyataan KBRI di Belgia.
KBRI juga meminta WNI terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas Belgia, terutama terkait kondisi keamanan dan kemungkinan gangguan layanan publik akibat demonstrasi.
KBRI Minta WNI Hindari Lokasi Demonstrasi dan Waspadai Gangguan Transportasi
KBRI Brussel mengingatkan seluruh WNI agar tidak mendekati lokasi yang berpotensi menjadi titik berkumpulnya massa demonstrasi.
Langkah tersebut diperlukan karena situasi di sekitar lokasi aksi dapat berkembang menjadi kericuhan, bentrokan, maupun tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan masyarakat.
WNI juga diminta menjauh dari setiap demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, termasuk apabila aksi berlangsung di sekitar tempat tinggal atau lokasi aktivitas sehari-hari.
Selain menghindari kerumunan massa, KBRI memberikan perhatian khusus terhadap kemungkinan terganggunya layanan transportasi umum di sejumlah wilayah Belgia.
WNI yang hendak bepergian menggunakan kereta api, metro, trem, maupun bus diimbau terlebih dahulu memeriksa jadwal keberangkatan dan ketersediaan layanan transportasi.
Pemeriksaan tersebut diperlukan karena demonstrasi berpotensi menyebabkan perubahan jadwal, keterlambatan, maupun gangguan perjalanan.
KBRI juga meminta WNI menyesuaikan rencana perjalanan dengan perkembangan situasi keamanan serta informasi terbaru dari operator transportasi dan otoritas setempat.
Bagi WNI yang memiliki jadwal penerbangan atau perjalanan penting, KBRI menyarankan agar menyiapkan waktu tambahan untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan.
"Sesuaikan rencana perjalanan dan siapkan waktu tambahan, terutama untuk penerbangan atau perjalanan penting," kata KBRI di Brussel.
Selain itu, seluruh WNI diminta mematuhi arahan aparat keamanan Belgia, khususnya ketika petugas melakukan pengamanan atau penanganan demonstrasi.
Sebanyak 195 Orang Ditangkap dalam Demonstrasi di Brussel dan Liege
Imbauan KBRI tersebut disampaikan di tengah meluasnya aksi protes yang sebelumnya terjadi di Prancis dan melibatkan kalangan siswa sekolah menengah atas serta mahasiswa.
Demonstrasi tersebut berkaitan dengan persoalan pendidikan sebelum kemudian meluas ke wilayah Belgia yang menggunakan bahasa Prancis.
Dalam perkembangannya, demonstrasi di Belgia tidak hanya berupa penyampaian aspirasi, tetapi juga diwarnai tindakan kekerasan dan dugaan pelanggaran hukum.
Berdasarkan keterangan kepolisian Belgia, sebanyak 195 orang ditangkap dalam demonstrasi yang berlangsung di Brussel dan Liege pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Aksi demonstrasi di kedua kota tersebut dilakukan untuk menentang kebijakan pendidikan dan pemangkasan anggaran.
Kepolisian Belgia menyatakan bahwa penangkapan terhadap ratusan orang itu berkaitan dengan sejumlah dugaan pelanggaran hukum selama berlangsungnya demonstrasi.
Dugaan pelanggaran tersebut antara lain pelemparan benda ke arah petugas kepolisian yang sedang mengamankan jalannya aksi.
Selain itu, sejumlah peserta demonstrasi diduga melakukan perlawanan terhadap aparat ketika proses penangkapan berlangsung.
Kepolisian juga mencatat adanya dugaan tindakan pembakaran yang disengaja dalam rangkaian kericuhan tersebut.
Sejumlah orang yang ditangkap dalam demonstrasi sebelumnya dilaporkan telah menjalani proses hukum, sementara beberapa tersangka kemudian ditahan.
Perkembangan aksi yang disertai kekerasan dan penangkapan tersebut menjadi salah satu alasan KBRI Brussel memperkuat imbauan kewaspadaan kepada seluruh WNI di Belgia.
KBRI Brussel Siapkan Nomor Darurat bagi WNI yang Membutuhkan Bantuan
Di tengah perkembangan situasi keamanan tersebut, KBRI Brussel meminta seluruh WNI untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan yang dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pribadi.
WNI juga diimbau menjaga komunikasi secara rutin dengan anggota keluarga agar keberadaan dan kondisi masing-masing tetap dapat diketahui.
KBRI mengingatkan agar telepon seluler selalu dalam keadaan aktif sehingga WNI dapat menerima informasi penting, menghubungi keluarga, maupun meminta bantuan ketika menghadapi keadaan darurat.
Untuk memberikan akses bantuan kekonsuleran, KBRI Brussel menyediakan layanan komunikasi darurat melalui nomor resmi kedutaan.
HOTLINE DARURAT KBRI BRUSSEL +32 478 95 7214
WNI yang mengalami situasi darurat atau membutuhkan bantuan selama berada di Belgia dapat segera menghubungi nomor tersebut.
Selain menyediakan layanan bantuan, KBRI meminta masyarakat Indonesia tidak menyebarkan informasi mengenai demonstrasi maupun kondisi keamanan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"KBRI di Brussel mengimbau seluruh WNI untuk tetap tenang, waspada, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," kata kantor kedutaan.
KBRI juga mengingatkan pentingnya mengikuti informasi resmi dari pemerintah Belgia agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan situasi dan mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.
Melalui imbauan tersebut, KBRI Brussel berupaya memastikan seluruh WNI tetap memperoleh informasi keselamatan dan akses bantuan kekonsuleran di tengah demonstrasi serta gangguan keamanan yang terjadi di sejumlah wilayah Belgia.
- Penulis :
- Arian Mesa




