HOME  ⁄  Geopolitik

Demonstrasi Besar di Prancis Berakhir Ricuh, 2.513 Orang Ditahan dan Ratusan Terancam Jalani Persidangan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Demonstrasi Besar di Prancis Berakhir Ricuh, 2.513 Orang Ditahan dan Ratusan Terancam Jalani Persidangan
Foto: (Sumber :Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam sebuah demonstrasi di tengah mobilisasi nasional terkait kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, dan pendanaan pendidikan di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). /ANTARA/Anadolu-Hesham Elsherif/pri.)

Pantau - Kepolisian Prancis menahan sebanyak 2.513 orang setelah demonstrasi besar-besaran terkait kenaikan biaya hidup dan persoalan pendidikan berakhir ricuh di sejumlah kota pada akhir pekan, 17–18 Oktober 2026.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengungkapkan jumlah penahanan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi TF1 pada Senin (19/10/2026).

“ Saat ini, 2.513 orang telah ditahan,” kata Nunez kepada TF1.

Kerusuhan terjadi setelah aksi demonstrasi yang melibatkan ratusan ribu peserta berubah menjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian.

Selain bentrokan, sejumlah wilayah juga mengalami aksi pembakaran bangunan, perusakan fasilitas pemerintahan, serta penjarahan pertokoan.

Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut, termasuk 110.000 peserta di Paris.

Sebanyak 2.513 Orang Ditahan Setelah Demonstrasi Ricuh

Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan jumlah orang yang ditahan polisi telah mencapai 2.513 orang hingga Senin (19/10/2026).

Penahanan dilakukan setelah kerusuhan terjadi dalam rangkaian demonstrasi yang berlangsung sejak Sabtu (17/10/2026).

Sebelumnya, lebih dari 2.000 orang dilaporkan telah ditahan pada Minggu (18/10/2026).

Jumlah tersebut kemudian meningkat berdasarkan data terbaru yang disampaikan pemerintah Prancis.

Nunez menjelaskan bahwa lebih dari 500 orang yang ditahan akan menghadapi proses persidangan dalam beberapa hari mendatang.

Selain itu, sebanyak 67 orang telah dipenjara terkait penanganan kerusuhan tersebut.

Namun, Nunez belum menjelaskan apakah angka 67 orang tersebut merupakan tahanan yang menunggu persidangan atau mereka yang telah menerima putusan pengadilan.

Dengan demikian, status hukum seluruh orang yang ditahan belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.

Kenaikan Biaya Hidup dan Persoalan Pendidikan Picu Demonstrasi

Gelombang demonstrasi di Prancis dipicu oleh meningkatnya biaya hidup dan kekhawatiran masyarakat terhadap penurunan standar pendidikan.

Persoalan harga bahan bakar dan pendanaan pendidikan juga menjadi bagian dari tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut.

Demonstrasi berlangsung di berbagai kota dan melibatkan ratusan ribu peserta.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, total peserta demonstrasi diperkirakan mencapai 550.000 orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 110.000 orang mengikuti aksi di ibu kota Paris.

Aksi yang awalnya merupakan penyampaian tuntutan masyarakat kemudian berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan pada Sabtu (17/10/2026).

Ketegangan berlanjut hingga Minggu (18/10/2026), ketika polisi melakukan penahanan terhadap lebih dari 2.000 orang.

Kerusuhan juga menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan dan fasilitas di berbagai wilayah Prancis.

Balai Kota Bersejarah di Limoges Dibakar

Salah satu insiden kerusuhan terjadi di Kota Limoges, Prancis.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah perusuh membakar gedung balai kota bersejarah.

Bangunan pemerintahan itu menjadi salah satu sasaran perusakan ketika demonstrasi berubah menjadi kerusuhan.

Selain Limoges, sejumlah gedung pemerintahan di Marseille dan kota-kota lainnya juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Kerusuhan tidak hanya terjadi di sekitar lokasi demonstrasi, tetapi juga meluas ke kawasan pertokoan.

Aksi pembakaran dan perusakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian insiden yang dilaporkan selama demonstrasi akhir pekan.

Namun, laporan yang tersedia belum merinci nilai kerugian akibat kerusakan gedung pemerintahan maupun fasilitas lainnya.

Penjarahan Toko Terjadi di Paris dan Marseille

Selain menyerang bangunan pemerintahan, sejumlah pelaku kerusuhan melakukan penjarahan terhadap pertokoan.

Aksi tersebut terutama dilaporkan terjadi di Paris dan Marseille.

Para penjarah merusak kaca etalase toko sebelum mengambil barang dagangan dari dalam bangunan.

Sejumlah butik merek mewah juga menjadi sasaran penjarahan.

Barang-barang yang dipajang di toko dilaporkan dibawa kabur ketika kerusuhan berlangsung.

Peristiwa tersebut terjadi bersamaan dengan bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa di sejumlah lokasi.

Kepolisian kemudian melakukan penahanan terhadap ribuan orang setelah situasi keamanan memburuk.

Belum terdapat rincian mengenai jumlah toko yang mengalami kerusakan maupun total kerugian akibat penjarahan.

Lebih dari 500 Orang Akan Jalani Persidangan

Pemerintah Prancis mulai menyiapkan proses hukum terhadap sejumlah orang yang ditahan setelah kerusuhan.

Laurent Nunez menyatakan lebih dari 500 orang akan menjalani persidangan dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu, sebanyak 67 orang disebut telah dipenjara.

Keterangan tersebut belum menjelaskan secara terperinci status penahanan maupun putusan hukum terhadap 67 orang itu.

Proses hukum berlangsung setelah polisi melakukan penahanan terhadap ribuan orang dalam rangkaian demonstrasi akhir pekan.

Jumlah penahanan yang diumumkan pemerintah mencapai 2.513 orang hingga Senin (19/10/2026).

Pemerintah Prancis Catat 550 Ribu Peserta Demonstrasi

Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan total peserta aksi di berbagai wilayah mencapai 550.000 orang.

Sebanyak 110.000 peserta tercatat mengikuti demonstrasi di Paris.

Aksi yang dipicu persoalan biaya hidup dan pendidikan tersebut berkembang menjadi kerusuhan di sejumlah kota.

Insiden yang dilaporkan mencakup bentrokan dengan polisi, pembakaran gedung balai kota di Limoges, serangan terhadap bangunan pemerintahan, dan penjarahan pertokoan di Paris serta Marseille.

Hingga Senin (19/10/2026), pemerintah Prancis mencatat 2.513 orang telah ditahan, lebih dari 500 orang akan menghadapi persidangan, dan 67 orang telah dipenjara dengan status hukum yang belum dirinci.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026