HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Siap Kaji Usulan Damai Amerika Serikat, Menlu Lavrov Tegaskan Moskow Tak Akan Berikan Konsesi Politik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rusia Siap Kaji Usulan Damai Amerika Serikat, Menlu Lavrov Tegaskan Moskow Tak Akan Berikan Konsesi Politik
Foto: (Sumber :Arsip foto - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (dalam foto) dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud bertemu di Moskow, Rusia, serta mengadakan pembicaraan bilateral dan antar-delegasi,(8/9/2026). ANTARA/Anadolu-Sefa Karacan/pri.)

Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Moskow bersedia mempertimbangkan berbagai usulan dari utusan Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff dan Jared Kushner, selama memberikan keuntungan ekonomi dan keuangan tanpa mengharuskan Rusia memberikan konsesi politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov dalam pertemuan dengan para lulusan perguruan tinggi yang baru bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Rusia, sebagaimana dilaporkan dari Istanbul, Rabu (21/10/2026).

Lavrov mengatakan Rusia akan mengevaluasi setiap tawaran berdasarkan manfaat yang dapat diperoleh negara tersebut, terutama dalam bidang ekonomi dan keuangan.

"Kita lihat saja apa yang mereka usulkan. Jika mereka menawarkan sesuatu yang menguntungkan bagi kita secara ekonomi dan keuangan, mengapa tidak?" katanya.

Meski membuka peluang kerja sama, Lavrov menegaskan bahwa kesepakatan apa pun tidak boleh disertai tuntutan konsesi politik ataupun harapan agar Rusia memberikan dukungan politik dalam urusan internasional.

Lavrov Tegaskan Rusia Harus Mengandalkan Kemampuan Sendiri

Lavrov menekankan bahwa Rusia harus tetap mengutamakan kemandirian dalam menentukan kebijakan luar negeri dan kepentingan nasionalnya.

Menurutnya, keuntungan ekonomi dari suatu kesepakatan tidak boleh menjadi alasan untuk mengubah sikap politik Rusia dalam hubungan internasional.

"Kita harus mengandalkan diri sendiri sepenuhnya," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pembahasan mengenai kemungkinan kelanjutan komunikasi antara Moskow dan Washington melalui utusan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Lavrov menyatakan bahwa Rusia tetap terbuka untuk menilai usulan yang disampaikan pihak Amerika Serikat, tetapi keputusan akan didasarkan pada kepentingan negara tersebut.

Rusia Soroti Kebijakan Sanksi dan Tarif Amerika Serikat

Dalam kesempatan yang sama, Lavrov turut menyinggung keputusan Presiden Donald Trump untuk menangguhkan sejumlah sanksi utama yang berkaitan dengan Rusia.

Menurut Lavrov, langkah tersebut tidak berarti pemerintah AS telah membatalkan kebijakan tarif yang sebelumnya diterapkan.

Ia menilai penangguhan tersebut menunjukkan bahwa penerapan bea masuk secara luas saat ini tidak sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat.

Lavrov mengaitkan kebijakan tersebut dengan kebutuhan menjaga stabilitas pasokan energi global menjelang pemilihan umum di AS.

"Apa yang mereka butuhkan saat ini adalah memastikan pasar energi global tidak terjerumus ke dalam krisis mendalam menjelang pemilihan umum. Oleh karena itu, mereka tidak keberatan jika pasokan bahan bakar diesel dari Rusia terus berlanjut," katanya.

Lavrov juga mengingatkan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Rusia dapat berubah apabila pemerintahan di Washington berganti.

Menurutnya, presiden AS yang baru tidak memiliki kewajiban untuk mempertahankan seluruh keputusan yang dibuat oleh pendahulunya.

Kremlin Harapkan Utusan AS Segera Bertemu Vladimir Putin

Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan harapan agar Steve Witkoff dan Jared Kushner dapat segera bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Peskov mengatakan pertemuan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para utusan Amerika Serikat untuk menjelaskan hasil komunikasi mereka dengan perwakilan Ukraina dan negara-negara Eropa.

Selain itu, Kremlin berharap pertemuan tersebut dapat melanjutkan pembahasan antara Rusia dan Amerika Serikat mengenai berbagai persoalan yang menjadi perhatian kedua negara.

Peskov menggambarkan rencana pertemuan dengan Putin sebagai agenda yang penting, tepat waktu, dan memiliki substansi.

Ia juga menyampaikan bahwa Rusia menghargai upaya mediasi yang dilakukan Witkoff dan Kushner dalam proses komunikasi diplomatik tersebut.

Zelenskyy Dorong Pertemuan Tiga Pemimpin Bahas Perdamaian

Secara terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Steve Witkoff dijadwalkan mengunjungi Rusia pada Rabu (21/10/2026) untuk menyampaikan sejumlah usulan terkait upaya perdamaian.

Salah satu gagasan yang dibahas adalah kemungkinan penyelenggaraan pertemuan trilateral antara pemimpin Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat.

Zelenskyy menyampaikan hal tersebut setelah melakukan pertemuan dengan para utusan AS dan sejumlah pemimpin negara Nordik di Oslo.

"Kami memiliki gagasan-gagasan yang jelas mengenai cara untuk mencapai perdamaian. Kami bersatu dengan mitra-mitra Eropa dalam upaya ini dan kami ingin pihak Amerika menyampaikan gagasan-gagasan tersebut kepada pihak Rusia. Salah satu gagasan penting adalah mengarah pada kemungkinan pertemuan trilateral antara para pemimpin untuk membahas berbagai persoalan yang hanya bisa diselesaikan oleh para pemimpin itu sendiri," katanya.

Zelenskyy menekankan pentingnya keterlibatan langsung para pemimpin negara dalam membahas persoalan yang memerlukan keputusan pada tingkat tertinggi.

Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomatik yang melibatkan Ukraina, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa untuk mendorong pembahasan perdamaian dengan Rusia.

Moskow dan Washington Masih Menunggu Kelanjutan Pembicaraan

Pernyataan Lavrov dan Peskov menunjukkan bahwa Rusia masih membuka ruang komunikasi dengan Amerika Serikat melalui jalur diplomatik.

Namun, Moskow menegaskan bahwa pembahasan mengenai kerja sama ekonomi maupun usulan lainnya tidak boleh dikaitkan dengan tuntutan perubahan sikap politik Rusia.

Di sisi lain, Ukraina berharap komunikasi para utusan Amerika Serikat dengan pemerintah Rusia dapat membuka peluang pembahasan langsung di antara para pemimpin negara.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada kesepakatan baru yang diumumkan mengenai usulan para utusan AS maupun pelaksanaan pertemuan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026