HOME  ⁄  Geopolitik

Inggris dan Oman Sepakat Dorong Pembukaan Selat Hormuz untuk Pulihkan Rantai Pasokan Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Inggris dan Oman Sepakat Dorong Pembukaan Selat Hormuz untuk Pulihkan Rantai Pasokan Global
Foto: (Sumber :Situasi Selat Hormuz di dekat Khasab, kota kecil di Oman utara, Sabtu (20/6/2026). ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa.)

Pantau - Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Sultan Oman Haitham bin Tariq menyepakati pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz guna mengurangi tekanan terhadap rantai pasokan global dan meredakan dampak ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.

Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pertemuan kedua pemimpin di Downing Street, London, Rabu (21/10/2026), sebagaimana diumumkan melalui pernyataan resmi pemerintah Inggris.

Burnham menilai pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut diperlukan untuk membantu memulihkan kelancaran distribusi barang dan energi internasional.

Menurutnya, gangguan di Selat Hormuz turut memberikan tekanan terhadap rantai pasokan global yang berdampak pada kehidupan masyarakat di dalam negeri.

Inggris Apresiasi Peran Oman dalam Menjaga Stabilitas Timur Tengah

Dalam pertemuan tersebut, Burnham menegaskan pentingnya peran Oman dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Inggris juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah Oman yang berupaya membuka kembali Selat Hormuz.

Oman dipandang memiliki peran penting dalam upaya meredakan ketegangan kawasan yang berdampak terhadap aktivitas pelayaran internasional.

Pembahasan antara Burnham dan Sultan Haitham bin Tariq berfokus pada perlunya memulihkan akses pelayaran melalui selat tersebut.

Pemerintah Inggris menyatakan pembukaan jalur itu dapat membantu mengurangi tekanan terhadap pasokan global dan dampaknya bagi masyarakat.

Konflik Iran dengan Israel dan AS Ganggu Selat Hormuz

Situasi di Selat Hormuz memburuk setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan gelombang rudal dan pesawat nirawak yang menyasar Israel serta pangkalan dan aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Di tengah konflik tersebut, Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.

Perkembangan itu meningkatkan perhatian internasional terhadap keamanan pelayaran dan kelancaran distribusi minyak melalui kawasan tersebut.

Selat Hormuz Dilalui Sekitar 25 Persen Perdagangan Minyak Maritim Dunia

Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam perdagangan minyak internasional karena menjadi jalur pengiriman energi dari kawasan Teluk.

Sebelum pecahnya perang pada Februari 2026, sekitar 20,3 juta barel minyak melintasi selat tersebut setiap hari.

Jumlah itu setara dengan sekitar 25 persen dari total perdagangan minyak melalui jalur laut dunia.

Besarnya volume pengiriman minyak menjadikan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz penting bagi stabilitas rantai pasokan energi global.

Kesepakatan Inggris dan Oman mengenai perlunya pembukaan kembali selat tersebut menjadi bagian dari upaya diplomatik untuk mengatasi dampak konflik terhadap perdagangan internasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026