HOME  ⁄  Geopolitik

Penembakan Brutal Saat Pemakaman di Gereja Yordania Tewaskan Tujuh Orang, Polisi Buru Pelaku

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Penembakan Brutal Saat Pemakaman di Gereja Yordania Tewaskan Tujuh Orang, Polisi Buru Pelaku
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Gereja Ortodoks Rum Palestina saat merayakan Epifani di Al-Maghtas di Sungai Yordan, Yerikho, Tepi Barat, (18/1/2026). (ANTARA/Anadolu/Issam Rimawi).)

Pantau - Serangan bersenjata saat upacara pemakaman di Gereja Hamoud, Kegubernuran Karak, Yordania selatan, menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya pada Jumat (23/10/2026).

Direktur Keamanan Publik Yordania, Obaidallah Maaytah, mengumumkan jumlah korban terbaru dalam konferensi pers bersama sejumlah pejabat pemerintah di Karak.

Sebelumnya, Direktorat Keamanan Publik Yordania melaporkan enam korban meninggal dunia dan 28 orang mengalami luka-luka.

Pemerintah Yordania menyebut insiden tersebut sebagai serangan terorisme dan mengerahkan aparat keamanan untuk mengejar para pelaku.

Dua Pria Bersenjata Tembaki Gereja Saat Pemakaman Berlangsung

Stasiun televisi publik Yordania, Al-Mamlaka TV, melaporkan bahwa serangan diduga dilakukan dua orang bersenjata yang datang menggunakan sebuah kendaraan.

Berdasarkan keterangan sumber yang dikutip stasiun televisi tersebut, kedua pelaku keluar dari kendaraan sebelum melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah gereja.

Saat penembakan terjadi, sejumlah warga sedang menghadiri upacara pemakaman di lokasi tersebut.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Al-Mamlaka TV bahwa penembakan berlangsung sekitar lima menit sebelum para pelaku melarikan diri.

Menurut saksi tersebut, sekitar 150 hingga 200 orang berada di dalam dan di sekitar gereja ketika serangan terjadi.

Aksi penembakan itu mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah Yordania Kerahkan Aparat untuk Memburu Pelaku

Menteri Dalam Negeri Yordania, Mazin Al Farrayeh, mengecam keras serangan yang menargetkan warga saat menghadiri upacara pemakaman.

Ia menyatakan bahwa Yordania menjadi sasaran tindakan terorisme yang dilakukan kelompok ekstremis.

Al Farrayeh menegaskan bahwa seluruh lembaga keamanan terus bekerja untuk menemukan dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.

Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan identitas maupun kelompok yang berada di balik serangan tersebut.

"Masih terlalu dini untuk menyebut siapa pelakunya dan afiliasi mereka," kata Al Farrayeh.

Ia menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku dan latar belakang penyerangan.

Al Farrayeh juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, masyarakat Desa Hamoud, warga Karak, serta seluruh rakyat Yordania.

Jaksa Agung Larang Penyebaran Informasi Penyelidikan

Jaksa Agung Amman, Hassan Abdallat, mengeluarkan larangan publikasi terkait kasus penembakan di Gereja Hamoud.

Larangan tersebut berlaku bagi lembaga penyiaran, media cetak, dan pengguna media sosial.

Berdasarkan ketentuan yang diumumkan, informasi mengenai kasus dan proses penyelidikan hanya dapat dipublikasikan melalui media resmi milik negara.

Larangan itu juga mencakup penyebaran foto, video, serta informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa penembakan.

Pihak yang melanggar ketentuan tersebut dapat menghadapi ancaman pidana.

Kebijakan itu diberlakukan ketika aparat keamanan Yordania masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

Raja Abdullah II Kecam Serangan dan Janjikan Tindakan Tegas

Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein mengecam penembakan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan teroris terhadap negaranya.

Melalui akun media sosial X, Raja Abdullah menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak akan memecah persatuan masyarakat Yordania.

"Siapa pun yang menipu dirinya dengan berpikir bahwa mereka bisa memecah Yordania dengan peluru, maka mereka tidak akan bertahan menghadapi persatuan kami. Semua orang Yordania, di utara hingga selatan, adalah saudara setanah air dan setakdir, dan tidak akan ada yang dapat memisahkan mereka," kata Raja Abdullah di platform X.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan mendoakan kesembuhan bagi seluruh korban luka.

Raja Abdullah menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan keras terhadap pihak yang mengancam keamanan negara.

"Setiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami," ujar Raja Abdullah.

Hingga pengumuman resmi terakhir, aparat keamanan Yordania masih menyelidiki identitas para penyerang dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026