Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Hiburan

Amanda Seyfried Ungkap Perjuangan dengan OCD Sejak Usia 19 Tahun: “Saya Masih Minum Obat Setiap Malam”

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Amanda Seyfried Ungkap Perjuangan dengan OCD Sejak Usia 19 Tahun: “Saya Masih Minum Obat Setiap Malam”
Foto: (Sumber: Aktris asal Amerika, Amanda Seyfried. Instagram @mingey)

Pantau - Aktris Amerika Amanda Seyfried membagikan pengalamannya hidup dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD) yang telah ia alami sejak usia 19 tahun, dalam wawancara terbarunya bersama Vogue.

Amanda mengungkapkan bahwa ia didiagnosis mengidap OCD dalam tingkat yang disebutnya “ekstrem” saat sedang syuting serial Big Love.

"Saat itu saya tinggal di Marina del Rey dan sedang syuting Big Love, dan ibu saya harus mengambil cuti panjang dari pekerjaannya di Pennsylvania untuk tinggal bersama saya selama sebulan. Saya menjalani pemindaian otak, dan saat itulah saya mulai mengonsumsi obat, yang sampai hari ini masih saya minum setiap malam," ungkapnya.

Sejak saat itu, ia rutin mengonsumsi obat setiap hari dan masih mempertahankan rutinitas tersebut hingga kini.

OCD dan Dampaknya pada Kehidupan Amanda

Gangguan obsesif kompulsif atau OCD adalah kondisi mental yang ditandai dengan pola pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesi), yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan berulang (kompulsi).

Menurut Mayo Clinic, obsesi dan kompulsi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan tekanan psikologis yang signifikan.

Bagi Amanda, kondisi ini juga membentuk cara pandangnya terhadap dunia hiburan dan kehidupan sosial.

Menghadapi OCD sejak usia muda membuatnya lebih tahan terhadap penolakan dalam karier.

“Itu sudah jadi bagian dari dunia ini,” ungkapnya.

Amanda juga menjaga stabilitas kesehatannya dengan menghindari pemicu OCD, seperti konsumsi alkohol berlebihan dan begadang.

Gaya hidup tersebut sangat berbeda dengan kebiasaan rekan-rekannya di industri hiburan.

"Saya sering membuat rencana lalu akhirnya tidak jadi pergi. Sepertinya saya memang membuat pilihan… Saya tidak masuk ke dunia klub malam. Saya harus berterima kasih pada OCD saya," katanya.

Pentingnya Menghapus Stigma Kesehatan Mental

Dalam wawancara sebelumnya dengan Allure pada tahun 2016, Amanda menyatakan bahwa ia telah mengonsumsi obat Lexapro sejak usia 19 tahun untuk mengelola OCD-nya.

"Saya sudah mengonsumsinya sejak usia 19 tahun, jadi 11 tahun. Dosisnya paling rendah. Saya tidak melihat alasan untuk berhenti. Entah itu efek plasebo atau bukan, saya tidak mau mengambil risiko. Dan apa yang sebenarnya Anda lawan? Hanya stigma menggunakan sebuah alat?" ujarnya.

Amanda menegaskan pentingnya memperlakukan penyakit mental dengan serius, setara dengan penyakit fisik.

“Penyakit mental harus ditangani seserius penyakit lainnya. Anda tidak bisa melihat penyakit mental: bukan benjolan, bukan kista. Tapi itu ada. Mengapa harus dibuktikan? Jika bisa diobati, maka obatilah,” tegasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf