HOME  ⁄  Hiburan

Musim Kedua Avatar: The Last Airbender Menampilkan Sisi Bayangan Aang, Zuko, dan Toph untuk Memperdalam Karakter

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Musim Kedua Avatar: The Last Airbender Menampilkan Sisi Bayangan Aang, Zuko, dan Toph untuk Memperdalam Karakter
Foto: Cuplikan serial live action “Avatar: The Last Airbender” (sumber: Netflix)

Pantau - Musim kedua serial live-action Avatar: The Last Airbender mulai tayang di Netflix sejak 25 Juni dengan delapan episode yang menghadirkan pendalaman karakter Aang, Zuko, dan Toph melalui pengungkapan sisi kepribadian bayangan yang selama ini mereka sembunyikan.

Pendalaman Sisi Bayangan Karakter Utama

Showrunner Avatar: The Last Airbender, Christine Boylan, mengatakan masing-masing karakter utama akan mendapatkan alur cerita khusus pada musim kedua.

Boylan menjelaskan bahwa setiap karakter memiliki sisi bayangan yang tidak selalu bermakna sebagai bagian negatif dari diri seseorang.

"Setiap karakter memiliki sisi 'bayangan'. Bayangan tidak selalu merupakan bagian negatif dari diri kita. Bayangan hanyalah bagian lain dari diri kita yang mungkin belum siap kita tunjukkan kepada orang lain," ungkap Boylan.

Menurut Boylan, Zuko yang diperankan Dallas Liu memiliki sisi lain saat menjadi the Blue Spirit.

Aang yang diperankan Gordon Cormier juga memiliki sisi berbeda karena selain seorang pengembara udara, ia merupakan seorang Avatar.

Toph yang diperankan Miyako digambarkan memiliki dua sisi sebagai putri dari Keluarga Beifong yang terpandang sekaligus pengendali bumi yang kasar dan tangguh.

Boylan menilai hanya Katara yang lebih mampu menyembunyikan sisi bayangannya saat menjadi the Painted Lady.

"Hanya Katara saja yang mungkin sedikit lebih bisa menyembunyikan sisi bayangannya (saat menjadi the Painted Lady)," ujar Boylan.

Tim produksi memprioritaskan pendalaman sisi bayangan Toph, Aang, dan Zuko agar penonton dapat memahami pertumbuhan karakter mereka melalui fase emosional yang intens.

Sementara itu, Sokka yang diperankan Ian Ousley dan Katara yang diperankan Kiawentiio digambarkan mengalami proses pendewasaan secara alami melalui berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Produksi Dua Musim Sekaligus dan Adaptasi Cerita

Selain memperdalam karakter, tim produksi juga menentukan elemen-elemen tertentu dari serial animasi asli yang akan diadaptasi ke format live-action meski menghadapi keterbatasan kapasitas produksi.

Produser eksekutif Jabbar Raisani mengatakan musim kedua dan musim ketiga diproduksi secara bersamaan sehingga memberikan keleluasaan dalam menyusun alur cerita.

"Ketika Anda harus memproduksi dua musim secara bersamaan, salah satu keuntungannya adalah Anda dapat melihat bagaimana bisa masuk ke Musim 2 dan menyiapkan ruang untuk membuat Musim 3. Karena kami tahu akan ke mana Musim 3 berlanjut, itu memungkinkan lebih banyak ruang di Musim 2," kata Raisani.

Untuk menjaga kualitas cerita, tim produksi menggunakan metode kreatif dengan menyelamatkan berbagai elemen penting dari serial animasi Avatar: The Legend of Aang yang sempat dipotong, kemudian mengintegrasikannya ke dalam alur berbeda untuk memperkaya narasi musim kedua.

"Kami menemukan bagian favorit kami, lelucon, semua hal itu dan menarik semua yang kami bisa," ungkap Boylan.

Boylan juga memastikan Katara akan memiliki perkembangan karakter yang lebih besar pada musim berikutnya.

"Katara memiliki busur cerita (arc) besar di Musim 3," ujar Boylan.

Musim kedua live-action Avatar: The Last Airbender juga menonjolkan konflik yang lebih kompleks ketika Aang dan teman-temannya menghadapi konspirasi di balik tembok Ba Sing Se serta berupaya memperoleh bantuan Raja Bumi untuk melawan tekanan dari Raja Api Ozai yang diperankan Daniel Dae Kim.

Penulis :
Arian Mesa