
Pantau - Studio animasi Animaccord membantah tuduhan bahwa serial kartun Masha and the Bear mengandung propaganda militer Rusia setelah muncul protes dari sejumlah anggota Parlemen Inggris terkait materi promosi yang menampilkan karakter Masha mengenakan atribut bergambar bintang merah.
Animaccord Tegaskan Serial Tidak Bermuatan Politik
“Klien saya dengan tegas menolak tuduhan palsu dan fitnah bahwa 'Masha and the Bear' terkait dengan propaganda,” ungkap juru bicara Animaccord, Melanie Bonvicino, dikutip dari The Guardian.
Melanie menegaskan selama hampir dua dekade serial Masha and the Bear hanya menghadirkan tema universal tentang persahabatan, kebaikan, dan imajinasi untuk menghibur keluarga di lebih dari 100 negara.
"Serial ini tidak mengandung pesan politik, dan klaim apa pun yang menyatakan sebaliknya sama sekali tidak didukung oleh isinya," ujarnya.
Animaccord juga menegaskan perusahaan merupakan bisnis swasta yang beroperasi sesuai hukum dan tidak pernah menerima pendanaan dari pemerintah.
Protes Muncul dari Anggota Parlemen Inggris
Protes bermula setelah sejumlah anggota Parlemen Inggris mengirim surat kepada Menteri Kebudayaan Lisa Nandy untuk meminta intervensi terkait unggahan promosi yang memperlihatkan karakter Masha mengenakan topi dengan simbol bintang merah berujung lima.
Unggahan tersebut memuat keterangan, “Seorang gadis tentara sejati dengan jaring kupu-kupu! Hore, aku sekarang di militer!" ("A real army girl with a butterfly net! Woo hoo, I'm in the army now!").
Kelompok anggota parlemen itu juga menyoroti salah satu episode yang menampilkan Masha mengenakan topi yang dinilai menyerupai atribut penjaga perbatasan Uni Soviet yang dikaitkan dengan NKVD.
Kekhawatiran tersebut turut merujuk pada pernyataan Pusat Pemberantasan Disinformasi Ukraina yang menyebut Masha and the Bear sebagai instrumen soft power Rusia.
Meski menuai kontroversi, Masha and the Bear tetap menjadi salah satu serial animasi paling populer di YouTube, dengan episode Recipe for Disaster yang telah ditonton lebih dari 4,6 miliar kali.
- Penulis :
- Aditya Yohan





