HOME  ⁄  Hiburan

Pandangan Taylor Swift tentang Pernikahan Disebut Berevolusi Selama Dua Dekade hingga Berujung pada Pernikahannya dengan Trav

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pandangan Taylor Swift tentang Pernikahan Disebut Berevolusi Selama Dua Dekade hingga Berujung pada Pernikahannya dengan Trav
Foto: Tangkapan layar unggahan foto pertunangan Taylor Swift dan Travis Kelce di Instagram.

Pantau - Tulisan yang dipublikasikan Variety pada Sabtu (4/7) menyebut pernikahan Taylor Swift dengan Travis Kelce menjadi akhir dari sekitar dua dekade perjalanan penulisan lagu sang penyanyi yang banyak mengangkat tema cinta dan pernikahan.

Penulis musik senior Variety Chris Willman menilai pandangan Taylor Swift mengenai cinta dan pernikahan terus berubah dan tercermin dalam lirik lagu-lagunya.

Menurut Chris Willman, referensi awal Taylor Swift mengenai pernikahan dalam lagu-lagunya cenderung bersifat kekanak-kanakan dan menawan.

Contoh pandangan tersebut terlihat dalam lagu "Love Story" yang dirilis pada 2008.

Chris Willman menilai seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Taylor Swift mulai menampilkan bayangan tentang kemungkinan menjadi pihak yang diabaikan dalam hubungan.

Hal tersebut dituangkan dalam lagu "Foolish One" dengan lirik, "Aku akan mendapatkan tatapan rindumu tetapi dia akan mendapatkan cincinmu."

Chris Willman menilai lirik tersebut dapat dipandang sebagai baris acak dari seorang penulis lagu pop atau bentuk antisipasi terhadap kemungkinan yang dapat terjadi dalam kehidupan.

Perubahan Tema dalam Lagu-Lagu Taylor Swift

Chris Willman menilai lirik lagu Taylor Swift kemudian berkembang menjadi refleksi mengenai hubungan jangka panjang yang lebih matang.

Dalam album Lover (2019), Taylor Swift menghadirkan lagu-lagu bertema komitmen dalam hubungan, seperti Lover dan Paper Rings.

Setelah itu, Taylor Swift menulis lagu-lagu yang dinilai menggambarkan rasa takut terhadap pernikahan, antara lain Illicit Affairs, Champagne Problems, dan Tolerate It.

Menurut Chris Willman, album Midnights (2022) menampilkan pandangan Taylor Swift sebagai perempuan mandiri yang tidak harus menikah untuk hidup bahagia.

Ia menilai lagu pembuka album tersebut, Lavender Haze, paling menggambarkan pola pikir Taylor Swift saat itu karena terdengar sebagai kritik terhadap gambaran ideal mengenai pernikahan.

Pada lagu You’re Losing Me yang dirilis pada 2023 dan mengisahkan berakhirnya sebuah hubungan, Taylor Swift menulis lirik, "Aku juga tidak akan menikahi diriku sendiri."

Album Terbaru Dinilai Lebih Optimistis

Chris Willman menilai album The Tortured Poets Department (2024) merupakan karya Taylor Swift yang paling jujur.

Album tersebut berisi lagu-lagu yang membahas naik turunnya ketertarikan, komitmen dalam pernikahan, serta perpisahan.

Dalam album The Life of a Showgirl, Taylor Swift kembali memperbarui pandangannya dengan membicarakan pernikahan secara lebih optimistis.

Lagu Eldest Daughter dalam album tersebut memuat lirik, "Ketika saya mengatakan saya tidak percaya pada pernikahan, itu adalah kebohongan."

Penulis :
Gerry Eka