HOME  ⁄  Hiburan

BMKG Memperkirakan Embun Upas di Dieng Lebih Sering Muncul pada Musim Kemarau 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Memperkirakan Embun Upas di Dieng Lebih Sering Muncul pada Musim Kemarau 2026
Foto: (Sumber :Wisatawan berburu embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026) pagi, saat suhu permukaan rumput di wilayah itu mencapai minus 6 derajat Celcius. ANTARA/HO-UPTD Dieng.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, berpotensi lebih sering terjadi selama musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Kemarau Lebih Kering Tingkatkan Peluang Embun Upas

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Guruh Tjiptanto menjelaskan suhu nol derajat Celsius atau bahkan minus yang dilaporkan saat embun upas muncul merupakan suhu minimum permukaan rumput, bukan suhu udara.

Guruh mengatakan, "Suhu nol derajat atau minus memang terjadi, namun itu bukan suhu udara, melainkan suhu minimum rumput, yaitu termometer yang dipasang di permukaan rumput."

Menurutnya, peluang terbentuknya embun upas akan semakin besar apabila musim kemarau berlangsung lebih kering atau berada di bawah kondisi normal.

Guruh mengungkapkan, "Semakin kemaraunya kering atau di bawah normal sifatnya maka kemungkinan embun upas akan lebih sering terjadi, apalagi ini belum di puncak kemarau. Puncak kemarau di Agustus nanti, bahkan di September pun masih kering kemaraunya."

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi kering masih berlanjut hingga September.

Guruh mengatakan, "Peluang lebih dingin saat puncak kemarau sekitar Agustus. Pada Agustus hingga September 'mbediding' (fenomena saat suhu udara sangat dingin) akan lebih terasa."

Wisatawan Diminta Mempersiapkan Diri

BMKG mengimbau wisatawan yang ingin berburu embun upas mengenakan pakaian berlapis, jaket tebal, kupluk, sarung tangan, syal, kaus kaki tebal, dan sepatu yang nyaman untuk menghadapi suhu dingin di Dieng.

Wisatawan yang memiliki riwayat asma, sinusitis, atau alergi terhadap udara dingin juga disarankan membawa obat-obatan pribadi atau inhaler.

Selain itu, pengunjung dianjurkan membawa pelembap kulit dan pelembap bibir karena udara pegunungan pada musim kemarau cenderung sangat kering.

Guruh mengungkapkan, “Bagi wisatawan yang ingin berburu embun upas di Dieng, fenomena tersebut umumnya mulai terbentuk pada malam hari dan terlihat paling jelas di sekitar lapangan Kompleks Candi Arjuna pada pukul 04.00-06.00 WIB sebelum mencair saat matahari mulai meninggi.”

Penulis :
Aditya Yohan