HOME  ⁄  Hiburan

Kemenpar Bidik Wisata Musik K-Pop untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan dan Devisa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpar Bidik Wisata Musik K-Pop untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan dan Devisa
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Foto suasana arena konser BTS yang diunggah di akun media sosial agensi yang menaungi grup. (BigHit Music.).)

Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melihat peluang besar mengembangkan paket wisata musik bertema K-Pop untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, memperpanjang masa tinggal wisatawan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata di Indonesia.

Kemenpar Siap Berkolaborasi dengan Industri Pariwisata

Juru Bicara Kemenpar Nia Niscaya mengatakan kementerian terbuka bekerja sama dengan asosiasi industri biro perjalanan wisata seperti ASITA, AITTA, ASTINDO, dan IINTOA untuk mengembangkan paket wisata konser musik.

"Kementerian Pariwisata terbuka untuk berkolaborasi dengan asosiasi Industri Biro Perjalanan Wisata seperti ASITA, AITTA, ASTINDO, dan IINTOA untuk mengembangkan paket konser musik," ungkap Nia.

Menurutnya, banyaknya konser K-Pop yang digelar di Indonesia merupakan peluang untuk menggerakkan sektor pariwisata sekaligus menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

Kemenpar menilai konser internasional menjadi salah satu penggerak event tourism yang mampu memberikan dampak ekonomi signifikan sekaligus mempromosikan destinasi wisata Indonesia ke tingkat global.

Konser K-Pop Dinilai Berpotensi Tingkatkan Devisa

Nia mencontohkan rencana konser BTS selama tiga hari pada 26, 27, dan 29 Desember 2026 yang ditargetkan menarik 18.000 wisatawan mancanegara.

"Bila dihitung, maka target potensi devisa yang dihasilkan dari pelaksanaan konser BTS sebesar 6,6 juta dolar Amerika atau Rp120,6 miliar itu pun belum termasuk pembelian merchandise dan F&B," katanya.

Kemenpar menyebut penyelenggaraan konser K-Pop juga mendorong perputaran ekonomi melalui pembelian tiket, akomodasi, transportasi, konsumsi, komunikasi, suvenir, dan merchandise, serta memberikan pemasukan negara dari pajak dan sewa venue.

Kementerian berkomitmen mengembangkan paket concert tourism yang terintegrasi mulai dari tiket konser, transportasi, akomodasi, hingga atraksi wisata agar wisatawan tidak hanya datang menonton konser, tetapi juga memperpanjang masa tinggal dan meningkatkan belanja wisata.

Nia menambahkan Kemenpar akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempermudah proses perizinan penyelenggaraan event berskala internasional.

"Saat ini peran Kemenpar adalah mendukung penyelenggaraan sebuah event dengan mengeluarkan surat rekomendasi/keterangan dukungan untuk event skala internasional sebagai salah satu dokumen wajib untuk pengajuan izin keramaian," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf