HOME  ⁄  Hiburan

Chris John Jadi Mentor di Serial Animasi Dragon’s Dojo, Bawa Teknik Tinju dan Nilai Indonesia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Chris John Jadi Mentor di Serial Animasi Dragon’s Dojo, Bawa Teknik Tinju dan Nilai Indonesia
Foto: Chris John ketika ditemui awak media seusai mengikuti konferensi pers Baku Hantam Championship 3 di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Senin 1/7/2023 (sumber: ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

Pantau - Petinju legendaris Indonesia Chris John terlibat sebagai karakter sekaligus pengisi suara dalam serial animasi Dragon’s Dojo yang mengangkat bela diri, nilai-nilai Indonesia, dan berbagai makhluk mitologi dalam format mobile-first dengan layar vertikal.

Dalam serial tersebut, Chris John menggunakan nama aslinya dan berperan sebagai mentor sekaligus kepala instruktur bagi sekelompok anak muda di sebuah akademi bela diri.

Karakter itu dikembangkan berdasarkan sosok Chris John di dunia nyata dengan mengadopsi prinsip, nilai, pengalaman, serta teknik tinju yang diperolehnya selama berkarier sebagai petinju profesional.

Chris John menilai Indonesia mempunyai kekayaan tradisi, budaya, dan karakter yang luar biasa serta berpotensi diperkenalkan kepada generasi baru di tingkat global.

"Kami bersama-sama mengembangkan karakter saya, dan telah berdiskusi tentang bagaimana saya akan ditampilkan dalam serial ini. Saya sangat antusias melihat karakter ini mulai menjadi hidup," ungkap Chris John.

Chris John Jadi Mentor dan Bawa Teknik Tinju

Dalam cerita Dragon’s Dojo, karakter Chris John akan membimbing para murid akademi bela diri tidak hanya untuk berkembang sebagai petarung, tetapi juga sebagai individu.

"Ya, karakter saya dalam Dragon’s Dojo bernama Chris John. Karakter itu terinspirasi dari diri saya dan akan memiliki prinsip serta nilai-nilai yang sangat mirip dengan yang saya pegang. Dalam serial ini, saya berperan sebagai mentor bagi sekelompok anak muda, membantu mereka berkembang bukan hanya sebagai petarung, tetapi juga sebagai individu," kata Chris John.

Unsur tinju menjadi bagian penting dalam pengembangan karakter tersebut, termasuk dalam perancangan gerakan dan gaya bertarung yang mencerminkan pengalaman Chris John sebagai petinju profesional.

Kecepatan, pergerakan, timing atau penentuan waktu, pertahanan, hingga kombinasi pukulan menjadi sejumlah unsur yang diadaptasi ke dalam karakter tersebut.

Namun, Chris John menekankan bahwa nilai utama yang akan diberikan kepada para murid bukan sekadar teknik atau pukulan tertentu, melainkan disiplin dan pola pikir.

"Tinju tentu menjadi bagian penting dari karakter saya. Kami ingin gerakan dan gaya bertarungnya mencerminkan pengalaman saya sebagai seorang petinju, termasuk kecepatan, pergerakan, timing, pertahanan, dan kombinasi pukulan. Namun, hal terpenting yang saya bawa kepada para karakter muda ini bukanlah satu pukulan atau teknik tertentu, melainkan disiplin dan pola pikir yang saya pelajari sepanjang karier saya," ungkapnya.

Selain menjadi inspirasi karakter, Chris John akan mengisi sendiri suara karakter dirinya dalam Dragon’s Dojo.

Dalam jalan ceritanya, Chris John dan para murid akan menghadapi kemunculan berbagai makhluk mitologi lama yang familier sekaligus berusaha mengungkap berbagai misteri.

"Kami tidak sabar untuk mengungkapkan lebih banyak setelah tim produksi menyelesaikan artwork dan teaser," kata Chris John.

Format Vertikal Jadi Pendekatan Baru Adegan Pertarungan

Dragon’s Dojo dikembangkan sebagai serial animasi mobile-first menggunakan format layar vertikal yang memberikan pendekatan visual lebih dekat terhadap adegan pertarungan.

Menurut Chris John, format tersebut sesuai dengan karakteristik olahraga tinju karena sebagian besar drama dalam pertarungan terjadi melalui interaksi langsung antara dua petarung yang saling berhadapan.

"Tinju sebenarnya cukup cocok dengan format ini karena banyak unsur dramanya terjadi antara dua petarung yang saling berhadapan. Yang terpenting adalah pertarungannya tetap terasa menarik dan autentik, apa pun bentuk layarnya," ujarnya.

Hingga saat ini, rumah produksi belum menetapkan tanggal resmi perilisan Dragon’s Dojo, tetapi tim produksi menargetkan serial tersebut meluncur pada awal tahun depan.

Sebelum peluncuran, cuplikan visual awal Dragon’s Dojo direncanakan dibagikan melalui media sosial pada tahun ini untuk menjangkau penonton Indonesia maupun global.

Serial tersebut diproduksi oleh Silver Media Group, Harun Kurniawan, dan Koollab Studios.

Dragon’s Dojo Buka Semesta Mitologi Asia

Dalam rencana jangka panjang, Dragon’s Dojo diproyeksikan menjadi pembuka bagi semesta ASERYA Asian Mythology Franchise.

Karakter Chris John nantinya diproyeksikan dapat bertemu dengan berbagai tokoh pahlawan dari cerita Asia lainnya ketika kisah sejumlah negara bersinggungan dalam satu dunia yang sama.

"Saya merasa sangat antusias bahwa cerita-cerita lain dari Asia juga akan menghadirkan karakter yang terinspirasi dari ikon dan sosok panutan nyata di negara masing-masing. Saya juga menantikan untuk mengetahui dari para produser siapa saja karakter-karakter lainnya yang akan hadir," kata Chris John.

Setelah proyek serial animasi Dragon’s Dojo selesai, pihak manajemen juga merencanakan pengembangan semesta tersebut ke sejumlah produk turunan, antara lain gim dan komik.

Chris John menyatakan siap kembali berkontribusi apabila rencana pengembangan tersebut mulai dijalankan, khususnya untuk membantu menghadirkan unsur pertarungan dan latihan secara autentik.

"Jika pengalaman saya dapat membantu membuat versi-versi karakter ini menjadi lebih autentik, terutama dalam elemen pertarungan dan latihan, saya dengan senang hati akan berkontribusi," ungkap Chris John.

Penulis :
Shila Glorya