HOME  ⁄  Hiburan

Kemenbud Akan Angkat Wastra Indonesia dalam Misi Kebudayaan di Amerika Serikat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenbud Akan Angkat Wastra Indonesia dalam Misi Kebudayaan di Amerika Serikat
Foto: (Sumber :Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melaksanakan dialog strategis bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta. (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan).)

Pantau - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan mengangkat wastra Indonesia dalam misi kebudayaan di Amerika Serikat melalui penyelenggaraan pameran sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya kedua negara.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan program tersebut mencakup penguatan literasi budaya terhadap berbagai jenis wastra Nusantara, seperti batik, songket, dan tenun.

"Kita bisa hidupkan literasi budaya, termasuk wastra Indonesia. Intervensi untuk program tersebut sudah mulai banyak, contohnya literasi untuk batik, songket, hingga tenun. Kemarin di Sumba Timur, kami sudah membangun workshop terkait wastra. Kemudian di Amerika sendiri ada juga koleksi tenun Sumatra atau Minang terlengkap di Museum UCLA," ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Pameran Wastra Disiapkan di Amerika Serikat

Rencana tersebut dibahas dalam dialog strategis Fadli Zon bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.

Pertemuan membahas strategi pengembangan ekosistem budaya serta potensi kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kemenbud telah mencanangkan program untuk membangun ekosistem pelestarian wastra Indonesia melalui misi kebudayaan di Amerika Serikat.

Salah satu program yang direncanakan adalah pameran wastra di Museum Smithsonian atau The George Washington University Museum and The Textile Museum.

Fadli menilai Indonesia dan Amerika Serikat memiliki sejumlah program strategis yang dapat dikembangkan untuk memajukan diplomasi budaya, termasuk penyelenggaraan festival budaya di kedua negara.

"Indonesia dan Amerika Serikat punya gagasan yang sama terkait kebudayaan. Terakhir ada pameran kebudayaan Indonesia bernama KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat) pada tahun 1990-1991," kata Fadli.

Menurut Fadli, festival yang menampilkan keragaman budaya Indonesia di tingkat internasional dapat meningkatkan minat masyarakat global sekaligus memberikan multiplier effect terhadap pembelian produk lokal dan kunjungan wisatawan internasional.

Ia juga menyampaikan Indonesia mempunyai kekayaan budaya yang luas, mulai dari warisan budaya takbenda hingga situs sejarah dan bangunan.

KBRI Washington D.C. Dukung Diplomasi Budaya

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo menyatakan dukungannya terhadap program Kementerian Kebudayaan untuk memajukan hubungan kebudayaan Indonesia dan Amerika Serikat.

"Tahun 2024 lalu, Indonesia juga sudah menandatangani MoU dengan Museum Smithsonian," kata Dwisuryo Indroyono.

Kementerian Kebudayaan dan KBRI Washington D.C. optimistis kolaborasi tersebut dapat memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Amerika Serikat.

Kolaborasi melalui promosi wastra, kekayaan warisan sejarah, dan pameran internasional diharapkan dapat memperkenalkan identitas budaya Nusantara kepada masyarakat dunia, menggerakkan ekonomi kreatif lokal, serta mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026