HOME  ⁄  Hiburan

Sebanyak 670 Penari Tari Lajur Caping Kalo Kudus Pecahkan Rekor Dunia MURI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sebanyak 670 Penari Tari Lajur Caping Kalo Kudus Pecahkan Rekor Dunia MURI
Foto: (Sumber :(Sumber :Para penari menampilkan tarian Tari Lajur Caping Kalo untuk mencatatkan rekor dunia Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang melibatkan 670 penari di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.)

Pantau - 670 penari Tari Lajur Caping Kalo berhasil mencatatkan rekor dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam pertunjukan yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). 

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan caping kalo sebagai kerajinan khas Kudus yang mulai menghadapi ancaman kepunahan akibat minimnya generasi penerus.

Senior Representative MURI Ari Andriani mengatakan jumlah penari yang tampil berdasarkan hasil verifikasi mencapai 670 orang, melampaui 477 peserta yang sebelumnya diusulkan.

"Pertunjukan tari tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan caping kalo, kerajinan khas Kudus yang dinilai mulai terancam punah karena minimnya generasi penerus. Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah penari yang tampil mencapai 670 orang dari 477 peserta yang sebelumnya diusulkan," kata Ari saat penyerahan piagam penghargaan.

Tari Lajur Caping Kalo Dikukuhkan sebagai Rekor Dunia

Ari mengatakan para peserta tidak hanya menampilkan tarian, tetapi juga menunjukkan kecintaan terhadap seni dan budaya warisan leluhur melalui gerakan yang selaras.

Tari Lajur Caping Kalo tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional, tetapi dikukuhkan sebagai rekor dunia karena mengangkat salah satu simbol budaya Kabupaten Kudus.

Capaian tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat masyarakat untuk terus melestarikan, mengenalkan, dan memajukan kebudayaan daerah.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mengatakan pelestarian caping kalo perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kerajinan tersebut sempat dikhawatirkan tidak memiliki generasi penerus.

"Caping kalo bukan lagi sekadar kekhawatiran saya di 2025, tapi berdiri dalam bentuk tari dan dicatat sebagai rekor MURI. Teman-teman dan adik-adik penari menjadi bagian dari sejarah yang luar biasa hari ini," katanya.

Generasi Muda Diajak Promosikan Caping Kalo

Giring menilai pengembangan caping kalo melalui seni tari menjadi salah satu bentuk kreativitas untuk membuat budaya tersebut semakin dikenal, khususnya oleh generasi muda.

Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan caping kalo dan Tari Lajur Caping Kalo kepada masyarakat luas.

Giring mengatakan caping kalo sedang diupayakan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia di tingkat nasional sesuai arahan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan pencatatan rekor dunia tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kearifan lokal sekaligus mendukung pengembangan pariwisata daerah.

"Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk wisata religi, tetapi juga menikmati berbagai potensi wisata lainnya sehingga mereka bisa lebih lama berada di Kabupaten Kudus," ujarnya.

MURI menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, PT Nojorono Tobacco International, dan Yayasan Karya Bhakti Nojorono sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pencatatan rekor tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026