
Pantau - Penyelenggara Synchronize Fest 2026 menggandeng seniman visual Marishka Soekarna sebagai kolaborator untuk menghadirkan karya-karya yang merefleksikan kultur dan kondisi masyarakat dalam festival musik yang digelar di Jakarta pada 16-18 Oktober 2026.
Karya Visual Hadirkan Ruang Interpretasi
Direktur Artistik Synchronize Fest Saleh Husein mengatakan penyajian karya visual dalam festival ditujukan untuk memperlihatkan cerminan kondisi lingkungan sekitar.
Penyelenggara memilih Marishka karena menilai karya-karyanya mampu memperlihatkan kegelisahan secara halus.
"Kita tahu kondisi sekarang sedang tidak asyik-asyik aja. Di kondisi sekarang, baik ekonomi, sosial, dan seterusnya, menurut gue kultur visual itu juga harus punya keterlibatan yang aktif," kata Saleh dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Saleh menjelaskan karya visual tersebut tidak dimaksudkan untuk menyampaikan pesan secara langsung kepada pengunjung, melainkan membuka ruang interpretasi.
"Enggak melulu semuanya harus gue kasih tahu di depan muka, tapi paling tidak kalau kita ada kegelisahan, si senimannya ada kegelisahan, kita semua punya kegelisahan, kenapa enggak coba kita tawarkan itu," katanya.
Marishka Soekarna Jadi Kolaborator Visual
Marishka Soekarna merupakan seniman visual Indonesia yang berbasis di Amsterdam, Belanda.
Seniman lulusan Institut Teknologi Bandung tersebut dikenal melalui karya yang merepresentasikan keseharian, refleksi, kefemininan, keintiman, dan narasi personal menggunakan simbol serta elemen samar.
Kolaborasi bersama Marishka menjadi bagian dari penyajian kultur visual dalam Synchronize Fest 2026 di tengah pertunjukan musik yang menjadi agenda utama festival.
Synchronize Fest 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 16, 17, dan 18 Oktober di Jakarta.
Festival musik tahunan tersebut akan menghadirkan musisi lintas genre dan lintas generasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




