
Pantau - Grup musik heavy metal asal Amerika Serikat, Avenged Sevenfold (A7X), menggelar konser bertajuk Avenged Sevenfold Live in Indonesia di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (10/10/2026) malam, dengan membawakan sejumlah lagu populer yang membangkitkan nostalgia para penggemarnya.
Konser tersebut menghadirkan penampilan Matt Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Brooks Wackerman dengan deretan lagu dari berbagai periode perjalanan musik Avenged Sevenfold.
Sejumlah lagu yang dibawakan antara lain "Nightmare", "Afterlife", "Shepherd of Fire", "Buried Alive", "So Far Away", "Hail to the King", hingga "Dear God".
Penampilan band asal Amerika Serikat itu juga diwarnai penghormatan kepada mendiang pemain drum James "The Rev" Owen Sullivan melalui lagu "So Far Away".
Selain deretan lagu populer, konser semakin meriah dengan efek kembang api yang beberapa kali diluncurkan dari panggung.
Avenged Sevenfold Buka Konser dengan Lagu Nightmare
Avenged Sevenfold membuka penampilannya di Jakarta International Stadium dengan membawakan lagu "Nightmare".
Lagu tersebut menjadi pembuka rangkaian konser yang menghadirkan berbagai karya populer sepanjang perjalanan musik band tersebut.
Matt Shadows tampil sebagai vokalis bersama gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance, pemain bas Johnny Christ, serta pemain drum Brooks Wackerman.
Sepanjang pertunjukan, Avenged Sevenfold membawakan sejumlah lagu yang telah dikenal oleh penggemarnya di Indonesia.
Setelah "Nightmare", band tersebut melanjutkan penampilan dengan sejumlah lagu, termasuk "Afterlife", "Shepherd of Fire", dan "Buried Alive".
Matt Shadows juga beberapa kali berinteraksi dengan penonton yang memenuhi area konser.
“Jakarta, lagu ini untuk kalian. Kami ingin kalian berdiri dan berteriak sekeras-kerasnya,” kata Matt Shadows yang disambut gemuruh penonton di JIS.
Ajakan tersebut menjadi salah satu momen interaksi antara Avenged Sevenfold dan penggemarnya dalam konser di Jakarta.
Lagu So Far Away Dipersembahkan untuk Mendiang The Rev
Salah satu momen dalam konser terjadi ketika Avenged Sevenfold membawakan lagu "So Far Away".
Lagu yang terdapat dalam album "Nightmare" tersebut dipersembahkan untuk mengenang mendiang pemain drum Avenged Sevenfold, James "The Rev" Owen Sullivan.
Sebelum membawakan lagu itu, Matt Shadows menyampaikan penghormatan kepada sahabat sekaligus mantan rekan satu band mereka.
“Baiklah, sekarang, mari kita bawakan sebuah lagu, saya rasa lagu ini akan cocok untuk semua orang. Lagu ini kami persembahkan untuk sahabat kami tercinta, Jimmy ‘The Rev’ Sullivan. Lagu ini berjudul ‘So Far Away’,” tutur Matt Shadows.
Penghormatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penampilan Avenged Sevenfold yang membawakan karya-karya dari berbagai album mereka.
Lagu "So Far Away" memiliki kaitan dengan perjalanan band setelah kepergian The Rev.
Melalui penampilan tersebut, Avenged Sevenfold kembali mengenang sosok pemain drum yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik mereka.
Dear God dan A Little Piece of Heaven Hadirkan Nostalgia
Selain membawakan "So Far Away", Avenged Sevenfold juga memainkan sejumlah lagu yang dikenal luas oleh para penggemarnya.
Deretan lagu tersebut mencakup "M.I.A.", "Gunslinger", "Hail to the King", "Bat Country", dan "Unholy Confessions".
Dua lagu lainnya, yakni "A Little Piece of Heaven" dan "Dear God", turut masuk dalam daftar penampilan malam itu.
Kehadiran kedua lagu tersebut menjadi bagian dari suasana nostalgia yang dihadirkan Avenged Sevenfold kepada penggemarnya.
Lagu "Dear God" merupakan salah satu karya dalam album "Avenged Sevenfold" yang dirilis pada 2007.
Lagu tersebut memiliki kedekatan tersendiri dengan sebagian penggemar Avenged Sevenfold di Indonesia yang dikenal dengan sebutan Deathbat Indonesia.
Bagi sebagian penggemar, "Dear God" mengingatkan mereka pada masa ketika lagu-lagu Avenged Sevenfold sering didengarkan di warung internet atau warnet.
Penampilan lagu-lagu dari periode tersebut membawa kembali kenangan penggemar terhadap karya Avenged Sevenfold yang telah dikenal selama bertahun-tahun.
Efek Kembang Api Meriahkan Konser di Jakarta International Stadium
Pertunjukan Avenged Sevenfold di JIS tidak hanya menampilkan deretan lagu populer, tetapi juga menghadirkan efek panggung.
Kembang api beberapa kali diluncurkan dari area panggung selama konser berlangsung.
Efek tersebut turut menyemarakkan penampilan band heavy metal asal Amerika Serikat tersebut.
Konser kemudian memasuki bagian akhir setelah Avenged Sevenfold membawakan sejumlah lagu dari berbagai periode perjalanan musik mereka.
Lagu "Cosmic" dipilih sebagai penutup konser Avenged Sevenfold Live in Indonesia.
Setelah menyelesaikan penampilan, Matt Shadows menyampaikan terima kasih kepada penonton yang hadir.
“Jakarta, terima kasih banyak atas malam ini,” ujar Shadows.
Ucapan tersebut menandai berakhirnya konser Avenged Sevenfold di Jakarta International Stadium pada Sabtu malam.
Avenged Sevenfold Kembali ke Indonesia Setelah Konser pada 2024
Konser di Jakarta International Stadium menambah daftar penampilan Avenged Sevenfold di Indonesia.
Band asal Amerika Serikat tersebut pertama kali tampil di Indonesia pada 2007.
Setahun kemudian, Avenged Sevenfold kembali menggelar pertunjukan di Indonesia pada 2008.
Grup tersebut juga tercatat kembali menyambangi Indonesia pada 2015.
Sebelum konser pada Oktober 2026, Avenged Sevenfold terakhir kali tampil di Indonesia pada 2024.
Saat itu, mereka menggelar konser di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.
Dengan demikian, penampilan di JIS menjadi kelanjutan dari rangkaian kunjungan Avenged Sevenfold ke Indonesia sejak hampir dua dekade lalu.
Konser kali ini menghadirkan lagu-lagu dari berbagai periode, penghormatan kepada The Rev, serta penampilan penutup melalui lagu "Cosmic".
- Penulis :
- Gerry Eka




