HOME  ⁄  Hiburan

Roy Julian Siapkan Pementasan Kaktus dan Kuping Gajah pada 2027, Lima Pemain Mundur Saat Persiapan Teater

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Roy Julian Siapkan Pementasan Kaktus dan Kuping Gajah pada 2027, Lima Pemain Mundur Saat Persiapan Teater
Foto: (Sumber :Salah satu adegan dalam pertunjukan "Kebun Hantu" di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026). ANTARA/Abdu Faisal.)

Pantau - Sutradara sekaligus aktor teater Roy Julian mengungkapkan masih menyimpan satu karya berjudul Kaktus dan Kuping Gajah yang direncanakan untuk dipentaskan pada 2027 setelah sebelumnya terpaksa ditunda akibat lima pemain mengundurkan diri selama proses persiapan.

Hal tersebut disampaikan Roy seusai pertunjukan perdana Kebun Hantu di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Pendiri kelompok Kantor Teater itu menjelaskan bahwa persiapan pertunjukan telah berlangsung selama 10 bulan dengan dua naskah pendek yang semula direncanakan untuk dipentaskan.

Namun, perubahan komposisi pemain membuat kelompoknya harus menyusun ulang rencana produksi dan memutuskan untuk menampilkan Kebun Hantu dalam program Kanal Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

"Sepuluh bulan dua naskah pendek, satu lagi (judulnya) Kaktus dan Kuping Gajah, cuma waktu itu sebelas orang pemainnya, ah, lima orang mundur. Jadi gue bikin naskah baru lagi," kata Roy Julian kepada ANTARA, Senin (12/10/2026).

Lima Pemain Mundur, Roy Julian Tunda Pementasan Kaktus dan Kuping Gajah

Roy menjelaskan keputusan menunda pementasan Kaktus dan Kuping Gajah diambil setelah lima dari sebelas pemain yang terlibat dalam persiapan awal memilih mengundurkan diri.

Pengunduran diri tersebut berdampak pada konsep pertunjukan karena naskah yang disiapkan menggunakan pendekatan pengalaman pribadi para aktor.

Menurut Roy, program Kanal Teater DKJ mengangkat tema "arsip tubuh" yang menjadikan ingatan dan pengalaman asli pemain sebagai dasar penciptaan pertunjukan.

Pendekatan tersebut membuat peran setiap aktor tidak dapat langsung digantikan oleh pemain baru karena pengalaman yang menjadi sumber materi pertunjukan bersifat personal.

"Kalau arsip tubuh dia kan mesti dia yang mainin, kalau orang yang lain yang mainin kan lain rasanya. Nah, jadi waktu yang pertama itu lima pemain mengundurkan diri, enggak kuat latihan," jelas pendiri Kantor Teater tersebut.

Roy akhirnya memilih menyusun naskah baru agar kelompoknya tetap dapat mengikuti program pertunjukan yang telah direncanakan.

Meski demikian, ia memastikan Kaktus dan Kuping Gajah tidak dibatalkan dan masih disimpan sebagai bagian dari rencana produksi Kantor Teater.

Naskah tersebut akan dipersiapkan kembali untuk kemungkinan pementasan pada 2027 dengan mempertimbangkan kesiapan produksi dan para pemain.

Kebun Hantu Angkat Pengalaman Manusia di Tengah Media Sosial

Sebagai pengganti karya yang ditunda, Roy Julian menghadirkan pertunjukan Kebun Hantu yang dipentaskan pada 12–13 Oktober 2026 di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki.

Roy menjelaskan naskah Kebun Hantu dikembangkan dengan menjadikan pengalaman tubuh aktor sebagai sumber pengetahuan dalam proses penciptaan teater.

Menurutnya, pengalaman para pemain tidak hanya digunakan untuk membangun karakter atau menggerakkan alur cerita, tetapi juga menjadi dasar pembentukan struktur dan logika pertunjukan.

Pendekatan tersebut memungkinkan pengalaman manusia ditampilkan tanpa harus selalu diterjemahkan menjadi kritik maupun dijelaskan melalui hubungan sebab-akibat.

Salah satu persoalan yang diangkat dalam pertunjukan ini adalah kebiasaan manusia modern saat mengakses berbagai informasi melalui media sosial.

Roy menggambarkan bagaimana seseorang dapat menyaksikan berita bencana alam, kemudian melihat unggahan tentang hubungan asmara, sebelum beralih ke informasi kriminal dalam waktu yang sangat singkat.

Perubahan informasi yang berlangsung cepat tersebut menciptakan pengalaman emosional yang saling bertumpuk tanpa selalu memiliki hubungan logis.

Melalui pertunjukan Kebun Hantu, pengalaman tersebut diolah menjadi bagian dari eksplorasi hubungan antara tubuh manusia, bahasa, dan teknologi.

Roy Julian Jelaskan Makna Hantu dalam Pertunjukan Teater

Roy menegaskan istilah hantu dalam judul Kebun Hantu tidak merujuk pada makhluk gaib, melainkan pengalaman yang meninggalkan jejak dalam diri seseorang.

Ia menjelaskan bahwa manusia kerap mengalami berbagai peristiwa melalui media digital tanpa memiliki cukup waktu untuk memahami seluruh informasi yang diterima.

"Di antara tubuh yang mengalami, bahasa yang menjelaskan, dan teknologi yang merekam, selalu ada sesuatu yang luput, tidak kelihatan, seperti hantu. Jadi hantu dalam Kebun Hantu bukanlah sosok yang datang dari dunia lain, tapi sesuatu yang hadir, mungkin sudah berlalu, tetapi belum selesai meninggalkan tubuh," kata Roy.

Menurutnya, pengalaman yang tersimpan dalam tubuh manusia dapat terus memengaruhi pikiran meskipun peristiwa yang disaksikan telah berlalu.

Roy berharap Kebun Hantu mampu mendekati pengalaman penonton yang kerap menghadapi beragam informasi di media sosial, tetapi belum sepenuhnya memahami dampak dari apa yang mereka saksikan.

Pertunjukan tersebut juga menjadi bagian dari eksplorasi Kantor Teater dalam mengembangkan karya yang bertumpu pada pengalaman langsung para aktor.

Sementara itu, naskah Kaktus dan Kuping Gajah tetap menjadi salah satu proyek yang disiapkan Roy Julian untuk kemungkinan pementasan pada tahun depan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026