
Pantau - Lima organisasi produser film independen dari lima wilayah Asia resmi membentuk Aliansi Produser Asia atau Asian Producers Alliance (APA) dalam ajang Asian Contents & Film Market (ACFM) 2026 di Busan, Korea Selatan, untuk memperkuat produksi film lintas negara dan melindungi hak kekayaan intelektual kreator.
Pembentukan aliansi tersebut dideklarasikan pada penutupan seminar bertajuk Empowering Asian Cinema: Solidarity and Creative Alliance yang diselenggarakan Producers Guild of Korea (PGK) di Producers Hub, BEXCO, Busan.
Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10/2026), Indonesia menjadi salah satu pendiri APA melalui Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI).
Aliansi tersebut dibentuk sebagai wadah kerja sama antarproduser film independen untuk menghadapi perubahan industri perfilman dan memperluas peluang produksi bersama di kawasan Asia.
Indonesia Jadi Salah Satu Pendiri Aliansi Produser Asia
Pembentukan APA melibatkan lima organisasi produser film independen dari Korea Selatan, Indonesia, Filipina, Hong Kong, dan Taiwan.
Kelima organisasi pendiri tersebut adalah:
- Producers Guild of Korea (PGK) dari Korea Selatan.
- Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dari Indonesia.
- Philippine Independent Producers Group (PIPG) dari Filipina.
- Hong Kong Movie Production Executives Association (HKMPEA) dari Hong Kong.
- Taiwan Producers Association (TPA) dari Taiwan.
Presiden PGK Lee Dong-ha mengatakan produser film di Asia selama ini menghadapi berbagai tantangan industri secara terpisah di pasar masing-masing.
"Mulai hari ini, kita menghadapinya bersama. APA bukan sekadar deklarasi, melainkan praktik solidaritas yang dimulai sekarang," kata Lee Dong-ha.
Ketua APROFI Edwin Nazir menyambut pembentukan aliansi tersebut sebagai langkah untuk memperluas hubungan dan kerja sama antarproduser film Asia.
"Lebih kuat bersama, jangkauan kita akan semakin luas," ujar Edwin Nazir.
APA Fokus pada Produksi Film Bersama dan Perlindungan Hak Cipta
APA menetapkan dua tujuan utama dalam pembentukannya, yakni meningkatkan produksi bersama atau co-production lintas negara dan memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual para kreator.
Melalui aliansi tersebut, organisasi produser film di Asia diharapkan dapat saling berbagi sumber daya, pengalaman, dan keahlian dalam mengembangkan proyek perfilman.
Pembentukan APA juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi produser independen dalam menghadapi perubahan ekosistem industri hiburan.
Sebelum deklarasi pembentukan aliansi, seminar yang dipandu produser HAN Jin dari PGK menghadirkan sejumlah pelaku industri film sebagai pembicara.
Para panelis tersebut meliputi Yulia Evina Bhara dari KawanKawan Media Indonesia, RHEE Handae selaku CEO Sidus dari Korea Selatan, dan Yamaguchi Shin dari Knockonwood Jepang.
Diskusi membahas dinamika industri perfilman Asia serta peluang produksi bersama di tengah perkembangan platform streaming dan meningkatnya popularitas konten berdurasi pendek atau short-form content.
Lee Dong-ha dan Edwin Nazir Pimpin Kepengurusan Pertama APA
Pembentukan APA telah diratifikasi melalui persetujuan daring dari kelima organisasi pendiri sebagai pengganti sidang umum pembentukan.
Aliansi tersebut pada tahap awal akan berfungsi sebagai wadah konsultasi sebelum berkembang menjadi lembaga berbasis konsensus dengan sistem pengambilan keputusan formal.
Dalam kepengurusan pertama, Presiden PGK Lee Dong-ha dan Ketua APROFI Edwin Nazir terpilih sebagai perwakilan bersama atau Co-Representatives APA.
Sementara itu, HAN Jin dari PGK dan Yulia Evina Bhara dari APROFI ditunjuk sebagai sekretaris jenderal bersama atau Co-Secretary Generals.
Keduanya juga bertugas sebagai direktur sekretariat untuk mendukung kegiatan organisasi.
Masa jabatan perwakilan bersama dan sekretaris jenderal bersama ditetapkan selama satu tahun dengan pemilihan ulang setiap tahun melalui sidang umum APA.
APA Buka Keanggotaan bagi Organisasi Produser Seluruh Asia
Pada tahun pertama, APA membuka kesempatan bagi organisasi produser film dari seluruh wilayah Asia untuk bergabung.
Keanggotaan aliansi tersebut tidak dibatasi hanya satu organisasi dari setiap wilayah sehingga memungkinkan keterlibatan lebih banyak asosiasi produser.
Para anggota pendiri dijadwalkan menggelar pertemuan rutin secara daring setiap tiga bulan untuk membahas perkembangan kerja sama.
Sementara itu, sidang umum atau General Assembly akan diselenggarakan setiap tahun bersamaan dengan pelaksanaan ACFM di Busan.
Perwakilan PIPG Filipina Bianca Balbuena menilai APA dapat menjadi wadah bagi produser Asia untuk membangun hubungan yang harmonis sekaligus berbagi sumber daya, keahlian, dan visi bersama.
Ketua HKMPEA Hong Kong Johnny Wang serta Ketua TPA Taiwan Yating Chang juga menyambut pembentukan aliansi tersebut sebagai peluang memperluas kerja sama produksi film internasional.
Dengan terbentuknya APA, lima organisasi pendiri berupaya membangun jaringan kerja sama yang lebih terstruktur untuk mendukung perkembangan industri perfilman independen di kawasan Asia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




