HOME  ⁄  Hiburan

Produser Indonesia Yulia Evina Bhara Jadi Juri Festival Film Tokyo 2026, Nilai 10 Film dalam Kompetisi Asian Future

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Produser Indonesia Yulia Evina Bhara Jadi Juri Festival Film Tokyo 2026, Nilai 10 Film dalam Kompetisi Asian Future
Foto: (Sumber :Produser Yulia Evina Bhara (tengah) bersama rekan juri Asian Future produser Eiko Mizuno-Gray (kanan) dan sutradara Fujimoto Akio di karpet merah Tokyo International Film Festival 2026, Senin (26/10). Tokyo International Film Festival ke-39 dilaksanakan dari 26 Oktober sampai 4 November 2026. ANTARA/HO TIFF 2026.)

Pantau - Produser film Indonesia sekaligus CEO KawanKawan Media, Yulia Evina Bhara, dipercaya menjadi salah satu juri kompetisi Asian Future dalam Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026 yang berlangsung di Jepang pada 26 Oktober hingga 4 November 2026.

Yulia akan menilai 10 film peserta kompetisi bersama dua juri asal Jepang, yakni produser Eiko Mizuno-Gray dan sutradara Fujimoto Akio.

Penunjukan tersebut menjadi pengalaman pertama Yulia sebagai juri dalam program Asian Future di festival film internasional tersebut.

Yulia menghadiri acara karpet merah TIFF ke-39 di Tokyo, Senin (26/10/2026), bersama kedua rekannya dalam jajaran juri.

Yulia Evina Bhara Nilai 10 Film dari Sineas Asia

Yulia mengungkapkan bahwa rekan-rekannya dalam jajaran juri memiliki pengalaman luas dalam menonton dan mengamati perkembangan perfilman.

"Yang pasti fellow-fellow juri saya ini juga orang-orang yang banyak nonton film," katanya dalam acara karpet merah TIFF 2026.

Menurut Yulia, kualitas film yang masuk dalam kompetisi Asian Future tahun ini cukup kuat.

"Kelihatannya ini menurut saya adalah seleksi yang sangat kuat dari section ini," kata Yulia mengenai film-film yang masuk dalam program Asian Future di ajang TIFF 2026.

Program Asian Future pertama kali diperkenalkan pada penyelenggaraan Tokyo International Film Festival ke-26 pada 2013.

Kompetisi tersebut ditujukan untuk mendukung sutradara muda dan berkembang di Asia yang baru menghasilkan satu hingga tiga film panjang.

Yulia menilai program tersebut memiliki peran penting dalam memperkenalkan generasi baru sineas Asia kepada penonton internasional.

"Ini penting, karena ini adalah Asian Future, berarti yang adalah suara-suara atau talent yang nanti akan menjadi masa depan sinema Asia," kata Yulia.

Produser Indonesia tersebut sebelumnya juga masuk dalam daftar Impactful Women versi Variety International pada 2023.

Film Indonesia Desember Jani Ikut Bersaing dalam Kompetisi Asian Future

Sebanyak 10 film terpilih mengikuti kompetisi Asian Future pada Tokyo International Film Festival 2026.

Salah satu peserta berasal dari Indonesia melalui film "Desember Jani" (Jani Be Good) karya sutradara Ariani Darmawan.

Film tersebut mengangkat kisah keluarga yang berpusat pada hubungan empat perempuan dari generasi berbeda.

Tema konflik dan rekonsiliasi keluarga juga menjadi bagian dari cerita sejumlah film yang mengikuti kompetisi Asian Future tahun ini.

Seluruh film peserta akan dinilai oleh jajaran juri untuk memperebutkan penghargaan Asian Future Best Film Award.

Keikutsertaan "Desember Jani" menambah keterlibatan sineas Indonesia dalam program kompetisi festival film internasional tersebut.

Yulia Sudah Lama Terlibat dalam Festival Film Tokyo

Meski baru pertama kali menjadi juri Asian Future, Yulia Evina Bhara bukan sosok baru dalam penyelenggaraan Tokyo International Film Festival.

Sejumlah film yang diproduksi KawanKawan Media sebelumnya pernah ditayangkan dalam festival tersebut.

Salah satunya adalah "The Science of Fictions" karya sutradara Yosep Anggi Noen yang ditampilkan pada TIFF 2019.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Yulia dalam memperkenalkan produksi film Indonesia kepada penonton internasional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, keterlibatan Yulia tidak hanya terbatas pada tugas sebagai juri.

Ia juga mengikuti TIFFCOM, pasar bisnis konten audiovisual yang diselenggarakan bersamaan dengan Tokyo International Film Festival.

KawanKawan Media Cari Mitra untuk Film The Land of Jinn

Dalam kegiatan TIFFCOM 2026, KawanKawan Media memperkenalkan proyek film "The Land of Jinn" kepada calon mitra internasional.

Film tersebut merupakan karya panjang kedua sutradara Kevin Rahardjo.

Sebelumnya, Kevin menyutradarai film "sMOTHERed" serta sejumlah film pendek yang ditayangkan dalam festival internasional.

Karya-karya pendeknya pernah mengikuti Osaka Asian Film Festival dan Los Angeles Asian Pacific Film Festival.

Yulia menjelaskan bahwa "The Land of Jinn" merupakan proyek produksi bersama antara Indonesia dan Kyrgyzstan.

Film tersebut saat ini berada dalam tahap pascaproduksi dan masih mencari mitra untuk mendukung penyelesaian proyek.

"Kita akan pitching di sana (TIFFCOM), kita akan mencari partner. Dan proyek kita saat ini dalam masa post-produksi atau working progress, kita mencari partner," katanya.

Keikutsertaan KawanKawan Media dalam TIFFCOM menjadi bagian dari upaya mencari kerja sama internasional untuk proyek film tersebut.

Tokyo International Film Festival ke-39 berlangsung hingga 4 November 2026 dengan menghadirkan berbagai program pemutaran, kompetisi, dan kegiatan industri perfilman.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026