
Pantau - Anggota grup K-pop aespa, Winter, didiagnosis herpes zoster atau cacar ular setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit karena kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik.
Winter sebelumnya telah mengalami masalah kesehatan sebelum aespa tampil di Miami, Amerika Serikat, pada 26 September 2026, tetapi tetap mengikuti pertunjukan bersama Karina, Giselle, dan Ningning.
Kondisinya yang belum membaik setelah pertunjukan membuat Winter menjalani pemeriksaan di rumah sakit hingga akhirnya didiagnosis herpes zoster.
Winter kemudian tidak mengikuti konser aespa di Dallas pada 29 September 2026 setelah tim medis merekomendasikan agar kesehatan dan proses pemulihannya menjadi prioritas.
Konser serta agenda Hi-Bye dan Send-Off tetap berlangsung dengan tiga anggota aespa lainnya.
Herpes Zoster Berasal dari Virus Penyebab Cacar Air
Herpes zoster merupakan penyakit akibat reaktivasi virus varicella-zoster yang juga menjadi penyebab cacar air.
Virus tersebut tidak sepenuhnya hilang setelah seseorang sembuh dari cacar air, tetapi dapat berada dalam kondisi tidak aktif di dalam tubuh dan kembali aktif pada kemudian hari.
Risiko herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia dan lebih tinggi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Gejala penyakit ini dapat diawali nyeri, gatal, kesemutan, atau mati rasa pada area tertentu beberapa hari sebelum munculnya ruam.
Ruam biasanya muncul pada satu sisi tubuh dan kemudian berkembang menjadi kelompok lepuhan kecil berisi cairan yang dapat pecah serta berubah menjadi koreng.
Sebagian penderita juga dapat mengalami demam, sakit kepala, menggigil, kelelahan, serta rasa nyeri seperti terbakar, berdenyut, atau menusuk.
Herpes zoster tidak menular langsung kepada orang lain sebagai herpes zoster, tetapi cairan dari lepuhan dapat menularkan virus varicella-zoster kepada orang yang belum pernah terkena atau mendapatkan vaksin cacar air.
Pengobatan Dini Dapat Menekan Risiko Komplikasi
Penanganan herpes zoster dapat menggunakan obat antivirus seperti asiklovir, valasiklovir, atau famsiklovir untuk membantu mengurangi tingkat keparahan dan durasi penyakit serta risiko komplikasi.
Pengobatan antivirus memiliki manfaat lebih besar jika diberikan sedini mungkin, terutama dalam 72 jam setelah ruam muncul.
Perawatan di rumah juga dapat dilakukan dengan menjaga ruam tetap bersih dan kering serta menggunakan kompres dingin untuk membantu mengurangi rasa gatal atau tidak nyaman.
Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah neuralgia pascaherpes atau postherpetic neuralgia, yakni nyeri saraf yang tetap terasa setelah ruam menghilang dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Komplikasi lainnya meliputi infeksi bakteri pada lepuhan, bekas luka, hingga gangguan penglihatan apabila herpes zoster menyerang area sekitar mata.
Vaksinasi menjadi salah satu langkah yang dapat mengurangi risiko herpes zoster dan komplikasinya, dengan rekomendasi pemberian bergantung pada usia, kondisi kesehatan, serta kebijakan kesehatan masing-masing negara.
- Penulis :
- Gerry Eka




