
Pantau - Seorang deadliner adalah seseorang yang cenderung menunda pekerjaan hingga batas akhir waktu atau deadline. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan mereka yang baru mulai bekerja serius ketika tenggat waktu semakin dekat. Kebiasaan ini umum dijumpai dalam berbagai bidang pekerjaan dan sering kali disebabkan oleh beberapa faktor seperti manajemen waktu yang buruk, rasa malas, atau bahkan karena merasa lebih produktif ketika dikejar waktu.
Meski sering kali berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu, kebiasaan ini bisa menimbulkan tekanan mental dan fisik.
Pengertian Deadliner
Secara harfiah, deadliner berasal dari kata deadline yang berarti batas akhir waktu. Jadi, deadliner adalah seseorang yang menyelesaikan tugas atau pekerjaan saat mendekati batas waktu atau bahkan beberapa saat sebelum tenggat tersebut berakhir. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari prokrastinasi (menunda pekerjaan) hingga kebiasaan bekerja di bawah tekanan yang dianggap lebih memacu produktivitas.
Pada dasarnya, menjadi deadliner tidak selalu berarti seseorang tidak bertanggung jawab. Ada sebagian orang yang memang merasa bekerja lebih baik ketika waktu yang tersisa sangat sedikit. Namun, bagi kebanyakan orang, bekerja mendekati deadline bisa menjadi beban yang berat dan meningkatkan stres.
Baca juga: 7 Tips Menyelesaikan Pekerjaan dengan Cepat dan Efektif
Ciri-Ciri Deadliner
Beberapa ciri yang menandakan seseorang adalah seorang deadliner antara lain:
Menunda Pekerjaan
Deadliner sering menunda pekerjaan hingga tenggat waktu hampir tiba. Mereka cenderung lebih suka bersantai di awal waktu dan baru merasa terdorong untuk bekerja ketika deadline sudah dekat.
Produktivitas di Saat Terakhir
Meski terkesan lambat di awal, deadliner sering kali mampu menyelesaikan tugas dalam waktu singkat saat deadline mendekati. Mereka merasa tekanan waktu membantu meningkatkan fokus dan produktivitas.
Panik Saat Mendekati Deadline
Walaupun beberapa deadliner merasa lebih produktif di bawah tekanan, tidak jarang mereka mengalami kepanikan ketika mendekati tenggat waktu. Hal ini bisa berdampak pada kualitas pekerjaan yang tidak optimal.
Kebiasaan Mengulang-ulang Hal yang Sama
Seorang deadliner sering kali memiliki kebiasaan mengulangi pola yang sama dalam setiap tugas. Meski tahu bahwa menunda pekerjaan bisa berdampak buruk, mereka tetap mengulang kebiasaan tersebut.
Kecenderungan Menyalahkan Waktu
Setelah menyelesaikan tugas mendekati deadline, deadliner sering kali merasa bahwa waktu yang mereka miliki tidak cukup, padahal kenyataannya mereka menunda pekerjaan di awal waktu.
Baca juga: 11 Cara Membuat Jadwal Harian yang Efektif untuk Hidup Lebih Produktif
Penyebab Menjadi Deadliner
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi deadliner. Berikut ini beberapa di antaranya:
Prokrastinasi
Kebiasaan menunda pekerjaan adalah salah satu penyebab utama mengapa seseorang menjadi deadliner. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya motivasi, merasa tugas terlalu sulit, atau bahkan karena terlalu banyak gangguan di sekitar.
Terlalu Percaya Diri
Beberapa orang merasa terlalu percaya diri bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas dengan cepat, sehingga menunda pekerjaan hingga mendekati deadline. Mereka percaya bahwa tekanan waktu akan membantu mereka fokus dan bekerja lebih efektif.
Ketergantungan pada Tekanan
Ada juga orang yang memang merasa bekerja lebih baik di bawah tekanan. Mereka merasa tidak bisa berkonsentrasi jika tidak ada tenggat waktu yang mendekat. Hal ini sering kali menjadi alasan utama seseorang menjadi deadliner.
Manajemen Waktu yang Buruk
Ketidakmampuan mengatur waktu dengan baik juga menjadi penyebab umum. Deadliner sering kali tidak memiliki jadwal yang jelas untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sehingga mereka terjebak dalam kebiasaan menunda-nunda.
Dampak Menjadi Deadliner
Menjadi deadliner bukanlah kebiasaan yang baik jika dilakukan secara terus-menerus. Beberapa dampak negatif yang mungkin muncul akibat kebiasaan ini adalah:
Stres Berlebihan
Tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat dapat menyebabkan stres yang berlebihan. Stres ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik.
Kualitas Pekerjaan Menurun
Karena dikerjakan dalam waktu singkat, kualitas pekerjaan yang dihasilkan sering kali tidak optimal. Ada kemungkinan deadliner melakukan kesalahan atau melewatkan hal-hal penting.
Hubungan dengan Rekan Kerja Terpengaruh
Dalam lingkungan kerja tim, seorang deadliner bisa mengganggu alur kerja tim secara keseluruhan. Rekan kerja mungkin harus menunggu hingga tugas mereka selesai, yang dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan profesional.
Cara Mengatasi Kebiasaan Deadliner
Jika kamu merasa memiliki kebiasaan menjadi deadliner, berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasinya:
Membuat Jadwal yang Jelas
Mulailah membuat jadwal yang jelas dan terstruktur untuk setiap tugas yang harus diselesaikan. Dengan demikian, kamu dapat mengelola waktu dengan lebih baik dan menghindari menunda pekerjaan.
Gunakan Teknik Pomodoro
Teknik ini melibatkan bekerja selama 25 menit dan istirahat selama 5 menit. Teknik ini membantu meningkatkan fokus dan mencegah kebiasaan menunda-nunda.
Tetapkan Prioritas
Menentukan prioritas dalam pekerjaan sangat penting. Mulailah dengan menyelesaikan tugas yang paling penting atau mendekati tenggat waktu.
Atasi Prokrastinasi
Mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan sangat penting. Identifikasi penyebab prokrastinasi dan temukan cara untuk mengatasinya, misalnya dengan menghilangkan gangguan atau memecah tugas besar menjadi tugas-tugas kecil.
Berikan Reward pada Diri Sendiri
Memberikan reward atau penghargaan pada diri sendiri setelah menyelesaikan tugas sebelum deadline dapat menjadi motivasi yang efektif untuk mengubah kebiasaan menjadi deadliner.
Baca juga: Cara Membuat Schedule yang Efektif untuk Meningkatkan Produktivitas
Kesimpulan
Menjadi deadliner mungkin terasa nyaman pada awalnya karena menunda pekerjaan hingga saat terakhir. Namun, kebiasaan ini dapat menyebabkan stres dan menurunkan kualitas hasil pekerjaan. Dengan manajemen waktu yang baik, mengatasi prokrastinasi, dan memberikan penghargaan pada diri sendiri, kebiasaan menjadi deadliner dapat dihindari dan kamu dapat bekerja dengan lebih efektif.
- Penulis :
- Nur Nasya Dalila
- Editor :
- Nur Nasya Dalila

