HOME  ⁄  Lifestyle

Tidak Mudah Kecewa, Ini Tips Mengelola Ekspektasi Pribadi

Oleh Annisa Indri Lestari
SHARE   :

Tidak Mudah Kecewa, Ini Tips Mengelola Ekspektasi Pribadi
Foto: Ilustrasi. (iStock)

Pantau - Ingin punya pasangan yang soft spoken dan romantis, tetap perhatian meski tengah dalam kondisi sibuk dengan caranya sendiri. Di sisi lain ingin punya penghasilan yang besar, tapi masih dapat melakukan berbagai kebebasan, seperti berlibur.

Namun, tak jarang ekspektasi yang kamu buat berbeda jauh dari realita yang terjadi. Akhirnya berujung jadi kecewa. 

Berikut cara cerdas mengelola ekspektasi yang dapat kamu lakukan agar harapanmu tidak berujung pada kecewa. 

1. Buat list prestasi yang kamu capai

Saat berhadapan dengan kekecewaan, seperti ditolak oleh orang yang dicintai, tidak mendapatkan rekan kerja yang baik, tidak semua orang bisa kembali beraktivitas normal.

Ada yang mungkin jadi ogah-ogahan untuk beraktivitas, jadi lebih mudah sakit, dan menghindari komunikasi dengan orang lain. Kalau hal ini terjadi berlarut, pastinya bisa mengganggu pekerjaan kamu dan kamu akan dicap tidak profesional.

Untuk mengembalikan semangatmu, tentu dapat membuat list prestasi yang berisi pencapaian kamu. Bisa dalam hal memenangkan lomba, menjadi teman curhat atau pendengar yang baik untuk temanmu, bahkan prestasi ketika kamu punya komitmen untuk diri kamu sendiri dan berhasil menyelesaikan tugas-tugas atau tanggung jawab sederhanamu.

Baca : 7 Aktivitas yang Dapat Membantu Meredakan Stres

2. Bedakan antara ekspektasi realistis vs tidak realistis

Contohnya, kamu mau menjadi seorang penulis terkenal lewat sebuah perlombaan. Tentu kamu boleh punya harapan untuk menang, tapi untuk menjadi penulis terkenal tingkat dunia pastinya ada tahapannya terlebih dahulu. Menentukan batasan realistis bukan untuk mematahkan semangat kamu, tapi untuk membantu kamu menentukan impian setahap demi setahap sesuai kualitasmu saat ini.

Kamu tentu boleh mengevaluasi kembali ketika ekspektasi kamu terwujud atau tidak. Jika berhasil, maka kamu dapat menaikkan sedikit level tantangannya, supaya kamu juga jadi seseorang yang berprogres.

3. Tetap terima emosi negatif saat kamu gagal

Kamu perlu tetap menerima rasa sedih, kecewa, dan perasaan negatif lainnya. Tapi coba juga untuk salurkan emosi negatif itu dengan tidak marah berlebihan pada diri sendiri, atau menyalahkan diri. Jangan juga menyakiti orang lain atau menyalahkan keadaan. 

Tentu boleh untuk tetap mengekspresikan emosi itu dengan cara yang produktif dan tidak merusak. Mulai dari belajar tutorial trend make up, merawat dan mempercantik diri, mendengar lagu, podcast inspiratif, melakukan hobi. Atau kamu juga dapat melakukan me time dengan mode lebih santai, travelling dan quality time bersama orang yang kamu percaya, karena keluh kesahmu berhak didengarkan oleh circle pertemanan sehat yang kamu miliki.

Penulis :
Annisa Indri Lestari