Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Grebeg Syawal Yogyakarta Jadi Tradisi Syukur Lebaran, Warga Berebut Gunungan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Grebeg Syawal Yogyakarta Jadi Tradisi Syukur Lebaran, Warga Berebut Gunungan
Foto: (Sumber: Abdi dalem Keraton Yogyakarta membawa gunungan berisi sayur-mayur dalam acara Grebeg Syawal yang memeriahkan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Gede Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 20 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Agung Supriyanto.)

Pantau - Grebeg Syawal di Yogyakarta kembali digelar sebagai tradisi budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat setiap 1 Syawal sebagai wujud rasa syukur atas berakhirnya bulan Ramadhan.

Prosesi utama dalam Grebeg Syawal berupa arak-arakan gunungan hasil bumi yang dibawa oleh prajurit keraton.

Sebanyak lima gunungan disiapkan dalam perayaan tersebut.

Gunungan berisi sayur-mayur serta berbagai hasil bumi yang menjadi simbol kemakmuran.

Sebelum dibagikan, gunungan terlebih dahulu didoakan dalam rangkaian prosesi adat.

Pembagian gunungan kepada masyarakat melambangkan sedekah raja kepada rakyat.

Warga yang hadir biasanya berebut gunungan karena diyakini membawa berkah.

Tradisi ini menjadi bagian dari Hajad Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang rutin digelar setiap tahun.

Grebeg Syawal tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga daya tarik wisata yang menarik perhatian masyarakat luas.

Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan dan hubungan erat antara keraton dan rakyat.

Penulis :
Gerry Eka