Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Camilan Kemasan Tak Selalu Sehat, Ahli Ingatkan Waspadai Kandungannya

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Camilan Kemasan Tak Selalu Sehat, Ahli Ingatkan Waspadai Kandungannya
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Donat dengan taburan meses sebagai camilan. ANTARA/Pexels/Lisa Fotios/am.)

Pantau - Camilan kemasan yang tampak menarik belum tentu sehat karena sering mengandung bahan tambahan seperti gula, minyak olahan, dan pemanis buatan yang dapat memicu konsumsi berlebihan.

Ahli menyebut banyak camilan kemasan dirancang agar membuat konsumen terus ingin makan, bukan untuk memberikan rasa kenyang.

"Kebanyakan camilan kemasan sebenarnya tidak selalu ‘buruk’, tetapi, banyak yang dirancang agar kita terus ingin makan lagi, bukan benar-benar membuat kenyang atau puas," ujar Keri Anderson.

Salah satu bahan yang perlu diwaspadai adalah gula tambahan yang sering tersembunyi dalam berbagai bentuk seperti gula tebu, sirup beras merah, sirup tapioka, dan konsentrat jus buah.

"Ini cenderung membuat gula darah melonjak dan sering membuat orang cepat lapar lagi," katanya.

Minyak nabati yang sangat diproses seperti minyak kedelai, jagung, dan kanola juga perlu diperhatikan.

Kombinasi minyak tersebut dengan karbohidrat dan garam membuat camilan mudah dikonsumsi berlebihan.

Pemanis buatan seperti sukralosa dan aspartam juga dapat meningkatkan keinginan makan manis.

"Bahan seperti sukralosa atau aspartam sering muncul dalam camilan ‘rendah gula’. Bagi sebagian orang, ini justru bisa meningkatkan keinginan makan manis dan membuat sulit merasa puas," ujarnya.

Daftar bahan yang terlalu panjang menjadi tanda produk lebih banyak diproses daripada alami.

"Bahan yang lebih sederhana biasanya lebih mudah diproses oleh tubuh," kata Keri Anderson.

Camilan yang rendah protein dan serat juga tidak memberikan rasa kenyang yang tahan lama.

"Walaupun terlihat ‘sehat’, jika tidak mengandung protein atau serat, camilan itu kemungkinan tidak akan membuat kenyang lama. Ini salah satu alasan utama orang merasa terus ingin ngemil," ujarnya.

Istilah seperti perisa alami dan penguat rasa juga perlu diwaspadai karena menunjukkan fokus pada rasa dibanding nilai gizi.

Untuk pilihan lebih sehat, disarankan mengonsumsi buah, kacang-kacangan, greek yogurt, atau minuman protein.

Makanan tersebut mengandung serat, protein, dan lemak sehat yang membantu rasa kenyang lebih lama.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti