
Pantau - Provinsi Yunnan di China barat daya mengembangkan pariwisata kopi terpadu sebagai upaya mendorong revitalisasi pedesaan melalui integrasi industri kopi, budaya, penelitian, dan homestay.
Pengembangan ekonomi berbasis pengalaman itu dilakukan untuk memperkuat sektor kopi tradisional sekaligus meningkatkan konsumsi budaya dan pariwisata di wilayah tersebut.
Berbagai lokakarya kopi di perkotaan hingga perkebunan kopi pedesaan kini menawarkan pengalaman interaktif seperti pemanggangan dan pencicipan kopi profesional.
Pengunjung juga dapat menyaksikan langsung proses pengolahan kopi dari biji hingga menjadi minuman siap saji.
Wisata Kopi Jadi Daya Tarik Baru Yunnan
Budaya kopi perkotaan berkembang pesat di sejumlah wilayah Yunnan seperti Kunming dan Pu’er melalui pusat pengalaman kopi dan kawasan wisata bertema kopi.
Di Desa Nandaohe, Kota Pu’er, perkebunan Nandaohe TYZ Coffee menghadirkan pelatihan kopi berbasis lapangan yang dipandu langsung pengelolanya, Liu Xiaodong.
Perkebunan tersebut tidak hanya menjual biji kopi mentah, tetapi juga mengembangkan model bisnis terpadu melalui pelatihan kopi, tur penelitian, dan layanan homestay pedesaan.
“Pengalaman di lapangan memungkinkan pengunjung untuk mengamati lingkungan pertumbuhan kopi dan menguasai keterampilan pencicipan profesional, memberikan pengalaman yang lebih mendalam daripada sekadar minum kopi,” ungkap Liu.
Model bisnis itu mampu menarik 50 hingga 100 pengunjung setiap hari dan meningkat hingga 800 orang saat musim liburan.
Selain meningkatkan kunjungan wisata, perkebunan tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa sekitar.
Perkebunan Kopi Hasilkan Pendapatan Pariwisata Miliaran Rupiah
Otoritas kebudayaan dan pariwisata Yunnan mencatat telah membina hampir 60 perkebunan kopi berkualitas tinggi dengan konsep integrasi seperti “kopi plus homestay pedesaan” dan “kopi plus kreasi budaya”.
Di Desa Xinzhai, Kota Baoshan, masyarakat memanfaatkan perkebunan kopi untuk menghadirkan wisata petik kopi, penginapan, hingga lokakarya budaya kreatif.
Penanggung jawab perkebunan kopi Desa Xinzhai, Xie Xianwen, mengatakan lokasi tersebut menerima lebih dari 210 ribu wisatawan sepanjang tahun lalu.
Pendapatan pariwisata dari perkebunan kopi itu tercatat melampaui 12 juta yuan atau sekitar Rp30,6 miliar.
Wisatawan asal Zhejiang, Li Wei, mengaku menikmati pengalaman wisata kopi pedesaan yang imersif di Yunnan.
Ia mengatakan perjalanan tersebut memberinya kesempatan mencicipi berbagai cita rasa kopi Yunnan sambil menikmati suasana pedesaan dan membuat sabun kopi buatan tangan sebagai suvenir.
Integrasi industri kopi dan pariwisata itu dinilai terus memperluas rantai nilai kopi Yunnan sekaligus memperkuat revitalisasi pedesaan di provinsi tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan





