HOME  ⁄  Lifestyle

Penelitian Ungkap Ponsel Kotor Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi dan Gangguan Pencernaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Penelitian Ungkap Ponsel Kotor Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi dan Gangguan Pencernaan
Foto: (Sumber: Arsip foto - Pekerja menelepon distributor oksigen untuk mendapatkan pasokan di agen tabung oksigen, Pusang Sawit, Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/7/2021). Menurut agen oksigen tersebut, permintaan isi ulang oksigen medis dalam dua pekan terakhir melonjak hingga 250 persen sedangkan distributor di wilayah Soloraya mulai membatasi pesanan karena permintaan difokuskan ke rumah sakit rujukan COVID-19. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj).)

Pantau - Ponsel yang digunakan sehari-hari ternyata dapat menjadi sarang bakteri dan mikroorganisme berbahaya yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi hingga gangguan kesehatan pencernaan.

Ahli gastroenterologi dari CMRI Kolkata, India, Dr. Saswata Chatterjee mengatakan ponsel terus mengumpulkan kuman karena sering dibawa ke berbagai tempat dan diletakkan di permukaan yang belum tentu bersih.

“Penelitian telah menemukan bahwa layar ponsel biasanya mengandung lebih banyak bakteri daripada permukaan meja dapur, dudukan toilet, atau gagang pintu umum karena bersentuhan langsung dengan tangan, wajah, tas, dan banyak permukaan lain yang kita temui selama aktivitas sehari-hari,” ungkap Chatterjee dikutip dari Hindustan Times, Selasa.

Menurut dia, kontaminasi bakteri pada ponsel semakin tinggi karena banyak orang jarang membersihkan gawainya atau mencuci tangan setelah memegang ponsel.

Lapisan bakteri yang menempel di layar ponsel dapat berpindah ke wajah saat menelepon atau ke tangan ketika menggunakan ponsel sambil makan.

Risiko Gangguan Pencernaan Meningkat

Chatterjee menjelaskan kebiasaan menggunakan ponsel yang terkontaminasi bakteri bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

“Ini meningkatkan risiko kita terkena berbagai jenis infeksi yang mungkin termasuk keracunan makanan atau ‘flu perut’, serta diare, mual, muntah, dan jenis infeksi usus lainnya,” katanya.

Ia menambahkan risiko kontaminasi bakteri akan semakin tinggi saat cuaca lembap seperti musim panas dan musim hujan karena bakteri berkembang lebih cepat pada kondisi tersebut.

Menurutnya, kebersihan ponsel perlu menjadi perhatian karena perangkat itu hampir selalu bersentuhan langsung dengan tangan dan wajah pengguna.

Ahli Sarankan Ponsel Rutin Dibersihkan

Untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri, Chatterjee menyarankan masyarakat rutin membersihkan ponsel menggunakan tisu disinfektan berbahan alkohol atau cairan khusus elektronik.

Ia juga mengimbau pengguna mencuci tangan setelah menggunakan transportasi umum atau menyentuh fasilitas publik sebelum memegang ponsel.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari meletakkan ponsel di permukaan umum yang berpotensi terkontaminasi.

Casing ponsel juga perlu dibersihkan secara berkala karena dapat menumpuk keringat, debu, dan bakteri.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan