HOME  ⁄  Lifestyle

Selat Solo Direkomendasikan Jadi Alternatif Olahan Daging Kurban saat Idul Adha

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Selat Solo Direkomendasikan Jadi Alternatif Olahan Daging Kurban saat Idul Adha
Foto: (Sumber: Selat solo, hidangan yang terbuat dari daging sapi dan merupakan khas Jawa Tengah, menjadi salah satu referensi hidangan untuk Idul Adha. ANTARA/Natisha Andarningtyas.)

Pantau - Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita merekomendasikan selat Solo sebagai alternatif hidangan Idul Adha selain sate dan gulai untuk mengolah daging kurban.

Ade menyebut selat Solo merupakan hasil akulturasi budaya Indonesia dan Belanda yang menghadirkan perpaduan rasa khas Jawa dan teknik masak ala Barat.

“Selat Solo itu adalah menurut aku akulturasi dari biefstuk-nya mereka alias bistik tapi manis, rasanya Jawa banget,” ungkap Ade.

Hidangan khas Idul Adha selama ini umumnya berasal dari olahan daging sapi atau kambing hasil kurban yang banyak dimasak menjadi sate dan gulai.

Selat Solo sendiri diketahui berasal dari akulturasi kuliner antara Keraton Surakarta dan Belanda pada masa kolonial.

Perpaduan Kuliner Jawa dan Barat

Hidangan tersebut menggunakan bahan dasar daging dan rempah khas Jawa yang dipadukan dengan konsep masakan Barat.

Selat Solo memadukan daging olahan ala Barat dengan kuah kaldu yang lebih cair serta tambahan kecap manis, telur bacem, kentang goreng, acar, kacang, dan bawang.

Di Belanda, biefstuk atau bistik dikenal sebagai hidangan daging panggang yang disajikan bersama kentang tumbuk dan sayur serta dahulu menjadi makanan kalangan bangsawan.

Ade mengatakan olahan Idul Adha tidak harus selalu menggunakan santan atau kuah gulai.

Ajak Masyarakat Coba Variasi Baru

Selain selat Solo, Ade menyebut daging kambing juga dapat diolah menjadi masakan lada hitam maupun krengsengan dengan campuran rempah, kecap manis, dan petis udang.

Ia juga menilai daging kambing bisa diolah menggunakan bumbu rendang meski belum terlalu populer di masyarakat.

Ade mengajak masyarakat mencoba resep baru yang terinspirasi dari masakan luar negeri untuk memperkaya variasi kuliner saat Idul Adha.

Penulis :
Gerry Eka