
Pantau - Rumah Sakit Universitas Andalas atau RS Unand Sumatera Barat mengadakan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit gratis sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak di Sumatera Barat.
Direktur Utama RS Unand Muhammad Riendra mengatakan seluruh pasien bibir sumbing dan celah langit-langit dapat datang ke RS Unand kapan saja untuk mendapatkan layanan operasi gratis.
“Seluruh pasien bibir sumbing dan celah langit-langit dapat datang ke RS Unand kapan saja untuk mendapatkan layanan gratis,” ungkap Muhammad Riendra.
Program operasi bibir sumbing tersebut rutin dilaksanakan sejak tahun 2018 melalui kerja sama dengan Smile Train dan berbagai mitra sosial lainnya.
Layanan operasi tidak hanya dilakukan saat kegiatan bakti sosial, tetapi tersedia sepanjang tahun tanpa dipungut biaya.
Pada tahun 2026, sebanyak 12 pasien dijadwalkan menjalani operasi dalam dua hari pelaksanaan kegiatan.
Operasi Gratis Bantu Tingkatkan Percaya Diri Anak
Riendra menjelaskan kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial anak.
Anak penderita bibir sumbing sering mengalami kesulitan makan dan minum yang dapat mengganggu pertumbuhan mereka.
Kondisi tersebut juga dapat menurunkan rasa percaya diri anak akibat stigma sosial di lingkungan sekitar.
“Kami berharap operasi ini dapat membantu anak-anak tumbuh lebih sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Riendra.
Wakil Rektor II Universitas Andalas Hefrizal Handra menyambut baik konsistensi RS Unand dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut Hefrizal, operasi gratis tersebut menjadi langkah nyata membantu penanganan kasus bibir sumbing di Sumatera Barat.
Ia menilai program itu bukan hanya pelayanan medis, tetapi juga menghadirkan harapan dan mengembalikan rasa percaya diri anak-anak.
Didukung Berbagai Mitra Sosial
Ketua Dharma Wanita Persatuan RS Unand Rina Jumita mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat.
Program itu juga menjadi bentuk dukungan organisasi terhadap kegiatan kemanusiaan yang dilakukan rumah sakit.
RS Unand berharap semakin banyak masyarakat mengetahui bahwa layanan operasi bibir sumbing dapat diakses secara gratis sepanjang tahun.
Rumah sakit juga berharap anak-anak penderita bibir sumbing dan celah langit-langit dapat memperoleh penanganan sedini mungkin.
Selain Smile Train, RS Unand bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan RS Unand, Ikatan Istri Dokter Indonesia cabang Padang, dan sejumlah yayasan sosial lainnya.
Universitas Andalas diketahui diresmikan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada tahun 1956.
- Penulis :
- Gerry Eka





