
Pantau - Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK menyatakan konsumsi daging kurban seperti sapi dan kambing tetap aman bagi penderita hipertensi selama memperhatikan batas asupan yang wajar.
Ia menjelaskan konsumsi daging sebaiknya dikombinasikan dengan sumber antioksidan dari sayuran seperti tomat, lobak, wortel, dan bawang-bawangan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, khususnya bagi penderita penyakit metabolik.
Pande juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan air putih dan membatasi konsumsi makanan berlemak guna mencegah peningkatan kadar kolesterol.
Hindari Lemak dan Organ Dalam
Pande menyarankan masyarakat menghindari konsumsi lemak serta organ dalam saat mengolah daging kurban.
“Menghindari bagian dari lemak serta konsumsi organ dalamnya dan hindari pengolahan dengan dibakar langsung terpapar api, karena hal tersebut akan merusak komponen protein dari daging tersebut dan menjadi suatu komponen yang dapat mengganggu kesehatan tubuh,” ujarnya.
Menurut dia, proses pembakaran langsung di atas api dapat merusak kandungan protein daging dan memicu terbentuknya zat yang kurang baik bagi kesehatan.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan selama Idul Adha.
Makanan Bersantan Jangan Dipanaskan Berulang
Pande menjelaskan banyak makanan bersantan saat ini menggunakan santan instan yang mengandung natrium cukup tinggi.
Ia menilai konsumsi makanan bersantan dalam waktu berhari-hari dapat meningkatkan asupan lemak dan memengaruhi keseimbangan kadar kolesterol tubuh.
Pande juga mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu sering memanaskan ulang makanan bersantan.
Menurutnya, proses pemanasan berulang dapat merusak komponen lemak nabati dalam santan dan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
- Penulis :
- Aditya Yohan





