HOME  ⁄  Lifestyle

Perencana Keuangan Ingatkan Keluarga Bereskan Kondisi Finansial Sebelum Liburan Sekolah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perencana Keuangan Ingatkan Keluarga Bereskan Kondisi Finansial Sebelum Liburan Sekolah
Foto: (Sumber : Arsip foto - Warga berekreasi bersama keluarga di Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (1/5/2025). ANTARA FOTO/JASMINE NADHYA THANAYA..)

Pantau - Perencana keuangan sekaligus pendiri DNA Finance Indonesia, Aliyah Natasya, mengingatkan keluarga untuk mengevaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh sebelum merencanakan liburan bersama pada masa libur sekolah agar tidak menimbulkan beban finansial di kemudian hari.

Aliyah menilai liburan keluarga merupakan kebutuhan yang wajar, namun harus direncanakan sesuai kemampuan keuangan rumah tangga.

"Liburan bukan hal yang tabu untuk dibicarakan dalam perencanaan keuangan keluarga, yang menjadi masalah bukan liburannya, tapi caranya," ungkapnya.

Dana Darurat dan Biaya Pendidikan Harus Aman

Aliyah menyarankan keluarga terlebih dahulu memastikan kesehatan finansial dengan memeriksa ketersediaan dana darurat serta pemenuhan seluruh kewajiban pengeluaran rutin.

Menurutnya, dana darurat minimal setara tiga hingga enam bulan pengeluaran rumah tangga harus tetap utuh dan tidak digunakan untuk membiayai kegiatan rekreasi.

"Dana darurat 100 persen utuh. Sebelum memesan tiket pesawat, pastikan dana darurat minimal setara tiga sampai enam bulan pengeluaran rumah tangga tidak tersentuh," katanya.

Selain itu, biaya pendidikan anak seperti daftar ulang sekolah, seragam, dan buku pelajaran semester berikutnya juga harus sudah dilunasi sebelum keluarga mengalokasikan dana untuk berlibur.

"Bukan hampir lunas, bukan sudah sebagian, biaya daftar ulang, seragam baru, dan buku semester berikutnya harus sudah terbayar penuh sebelum anggaran liburan disentuh," ujarnya.

Hindari Liburan dengan Utang

Aliyah juga mengingatkan pentingnya menyiapkan dana liburan secara terpisah dari anggaran kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Menurutnya, keluarga yang sehat secara finansial biasanya telah menabung dana rekreasi sejak jauh hari melalui pos anggaran khusus.

Ia tidak menyarankan penggunaan pinjaman daring, layanan paylater, maupun kartu kredit yang tidak dapat dilunasi dalam satu siklus tagihan untuk membiayai liburan.

"Jika sumber dana liburan berasal dari pinjaman online, cicilan paylater, atau kartu kredit yang tidak bisa dilunasi dalam satu billing cycle, itu bukan liburan. Itu adalah utang yang dirayakan," ungkapnya.

Aliyah juga meminta keluarga memperhatikan rasio cicilan utang terhadap pendapatan bulanan.

"Jika total cicilan bulanan Anda melebihi sepertiga penghasilan, maka liburan besar harus masuk daftar tunggu, bukan daftar rencana," katanya.

Ia menegaskan keputusan untuk berlibur sebaiknya diambil setelah seluruh kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan perlindungan keuangan keluarga terpenuhi dengan baik.

Penulis :
Ahmad Yusuf