
Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Meksiko mendirikan Pusat Kebudayaan Indonesia di Mexico City sebagai upaya memperkenalkan budaya Nusantara kepada masyarakat Meksiko yang memiliki minat besar terhadap kebudayaan dan warisan budaya.
Diplomasi Budaya Jadi Fokus Penguatan Hubungan Bilateral
Duta Besar RI untuk Republik Meksiko Serikat merangkap Belize, Republik El Salvador, dan Republik Guatemala, Toferry Primanda Soetikno, mengatakan pendirian pusat kebudayaan tersebut merupakan bagian dari program People Center Relation yang menitikberatkan pada interaksi antarmasyarakat.
Ia mengungkapkan, “Pendirian Pusat Kebudayaan Indonesia ini menjadi salah satu bagian dalam program yang saya kembangkan, yaitu People Center Relation yang menitikberatkan pada interaksi dengan manusia.”
Menurut Toferry, hubungan Indonesia dan Meksiko tidak hanya berkembang di bidang politik dan ekonomi, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor kebudayaan karena tingginya ketertarikan masyarakat Meksiko terhadap museum dan situs cagar budaya.
Ia menjelaskan, “Di Meksiko ini banyak sekali museum bagus dan cagar-cagar budaya mereka terawat dengan baik.”
Melihat potensi tersebut, KBRI memanfaatkan ruang serbaguna Cassa Cultura dan berbagai koleksi seni dari seluruh Indonesia untuk dijadikan galeri permanen.
Toferry mengatakan, “Saya berfikir dengan semuanya perlu dijadikan pameran yang permanen saja seperti galeri atau museum.”
Museum Telah Dibuka dan Menarik Ratusan Pengunjung
Pusat Kebudayaan Indonesia resmi mulai beroperasi pada 23 Mei 2026 bertepatan dengan Festival Indonesia dan berhasil menarik lebih dari 500 pengunjung pada hari pembukaannya.
Toferry menyampaikan, “Selanjutnya, kami membuka Pusat Kebudayaan Indonesia ini untuk masyarakat umum dengan syarat harus menghubungi pihak Kedubes untuk membuat janji kapan waktu kunjungannya.”
Setiap rombongan pengunjung akan mendapatkan penjelasan dari pemandu, menyaksikan tayangan mengenai kebudayaan Indonesia, kemudian mengikuti tur museum yang dipandu staf KBRI.
Ia menjelaskan, “Kemudian pengunjung dibawa ke sebuah ruangan untuk menyaksikan tayangan tentang kebudayaan-kebudayaan Indonesia dan selanjutnya mereka akan dipandu staf KBRI untuk mengunjungi museum.”
Sejak dibuka, pusat kebudayaan tersebut telah menerima kunjungan dari pelajar, mahasiswa, seniman, hingga anggota parlemen Meksiko.
Toferry mengungkapkan, “Pusat Kebudayaan Indonesia mendapatkan atensi dari pihak parlemen di Meksiko ini.”
Saat ini museum memiliki lebih dari 100 koleksi benda seni dan budaya dari Sabang hingga Merauke, serta direncanakan terus menambah koleksi untuk memperkuat perannya sebagai garda terdepan diplomasi budaya Indonesia di Meksiko dan kawasan Amerika.
- Penulis :
- Aditya Yohan





