
PANTAU - Direktur Nefrologi di Medanta, Noida, India sekaligus spesialis ginjal, dr. Manoj Singhal, menjelaskan bahwa konsumsi kafein secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan kandung kemih meskipun zat tersebut juga diketahui mampu meningkatkan fungsi kognitif.
Penjelasan Mengenai Dampak Kafein pada Kandung Kemih
dr. Manoj Singhal mengungkapkan, "Kafein mengiritasi lapisan kandung kemih dan menyebabkan peningkatan aktivitas otot kandung kemih. Dalam beberapa kasus, kafein berlebihan juga dapat membuat kandung kemih tidak mampu menahan urine dalam waktu lama."
Ia menjelaskan bahwa kafein yang terkandung dalam kopi, teh, minuman energi, soda, dan berbagai minuman lainnya dapat meningkatkan produksi urine sehingga seseorang menjadi lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsinya.
Minuman energi dan suplemen pra-latihan juga dinilai tidak aman apabila dikonsumsi secara berlebihan karena beberapa produk mengandung kadar kafein yang sangat tinggi disertai stimulan dan gula tambahan yang berpotensi memperburuk iritasi kandung kemih.
Minuman berkafein sendiri kerap dipilih untuk mengatasi rasa kantuk dan meningkatkan kewaspadaan pada siang hari, terutama saat bekerja, sehingga kopi, teh, dan minuman energi menjadi konsumsi yang umum bagi banyak orang.
Tanda-Tanda Gangguan dan Pentingnya Membatasi Konsumsi
Beberapa tanda yang dapat mengindikasikan gangguan pada kandung kemih meliputi meningkatnya frekuensi buang air kecil meski tidak banyak mengonsumsi cairan.
Gejala lain yang dapat muncul adalah dorongan mendadak untuk buang air kecil.
Seseorang juga dapat mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil pada malam hari.
Gangguan berikutnya meliputi kesulitan menahan atau mengeluarkan urine.
Pada sebagian kasus dapat timbul sensasi terbakar ringan, tekanan, atau rasa tidak nyaman pada kandung kemih meskipun tidak terdapat infeksi.
Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut juga dapat berkembang menjadi inkontinensia urine atau ketidakmampuan menahan keluarnya urine.
dr. Manoj Singhal menekankan bahwa respons setiap orang terhadap kafein tidak sama dan sebagian individu memiliki kandung kemih yang lebih sensitif terhadap efek zat tersebut.
Secara keseluruhan, pembatasan konsumsi kafein agar tidak berlebihan dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan pada kandung kemih, terutama pada individu dengan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap efek kafein.
- Penulis :
- Gerry Eka





