
Pantau - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan pertunjukan seni dan budaya dapat menjadi daya tarik utama destinasi wisata yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, terutama saat musim liburan sekolah dan liburan musim panas.
Pekan Kesenian Bali Jadi Andalan Wisata Budaya
Ni Luh mengatakan Pekan Kesenian Bali (PKB) 2026 yang berlangsung di Denpasar pada 13 Juni hingga 11 Juli mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” dan telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN).
“Atraksi atau pentas kesenian merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan. Ditambah lagi pelaksanaannya bertepatan dengan libur sekolah dan musim liburan musim panas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan PKB yang telah memasuki penyelenggaraan ke-48 menjadi ruang refleksi budaya sekaligus memperkuat upaya menjaga keseimbangan dimensi sakral, sosial, dan ekologis masyarakat Bali.
“Ini menunjukkan kuatnya komitmen Bali dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah,” ujarnya.
Wamenpar juga berharap penyelenggaraan PKB 2026 mampu menarik lebih dari 1,6 juta pengunjung.
Regenerasi Seni Dinilai Perkuat Pariwisata Bali
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan generasi muda, termasuk anak-anak usia dini, dalam berbagai pertunjukan seni pada PKB 2026.
“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali berlangsung secara nyata dan berkelanjutan. Seni dan budaya Bali mampu bertahan sekaligus berkembang menghadapi dinamika lokal, nasional, maupun global,” kata Koster.
Menurutnya, kebudayaan menjadi fondasi utama pembangunan di Bali sekaligus basis pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan lahirnya karya seni yang inovatif.
Dalam rangkaian pembukaan, Ni Luh turut menyaksikan pawai budaya Peed Aya yang menampilkan potensi seni, budaya, alam, ekonomi, dan pariwisata dari berbagai kabupaten dan kota di Bali serta menyerahkan sertifikat Karisma Event Nusantara kepada Pemerintah Provinsi Bali sebagai apresiasi atas konsistensi PKB dalam program KEN 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





