
Pantau - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi digital sebagai fondasi pengembangan pariwisata yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata APEC di Makau SAR, Tiongkok.
Indonesia Ajak APEC Percepat Transformasi Digital Pariwisata
Dalam ajang The 13th APEC Tourism Ministerial Meeting (TMM13), Widiyanti menegaskan teknologi pintar dan kolaborasi berbasis masyarakat menjadi kunci membangun ekosistem pariwisata yang lebih kuat di kawasan Asia Pasifik.
"Sebagai negara yang sedang menjalani transformasi digital secara masif, Indonesia percaya bahwa titik temu antara teknologi pintar dan kolaborasi yang berpusat pada komunitas merupakan cara yang tepat untuk membangun ekosistem pariwisata yang tangguh, inklusif, dan terintegrasi di seluruh kawasan," ungkapnya.
Ia menilai inovasi digital dapat menjadi jembatan menuju pengembangan pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa inovasi digital harus menjadi jembatan untuk mentransisikan kawasan kita dari mass tourism menuju pariwisata yang bernilai tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan," ujarnya.
Indonesia juga mengajak seluruh anggota APEC mempercepat transformasi digital yang inklusif, mengurangi kesenjangan literasi digital, serta memastikan manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
QRIS dan Kecerdasan Buatan Jadi Pendukung Pariwisata Modern
Delegasi Indonesia memperkenalkan perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sarana mempermudah transaksi wisata sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Kementerian Pariwisata juga mengembangkan MaiA, platform perencanaan perjalanan berbasis kecerdasan buatan, untuk meningkatkan visibilitas destinasi serta menghadirkan pengalaman wisata yang lebih personal.
Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi tenaga kerja pariwisata agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
"Inovasi digital harus menjadi alat yang mempersatukan, bukan penghalang bagi pengembangan yang inklusif," tuturnya.
"Indonesia siap berkolaborasi dengan seluruh ekonomi APEC untuk membangun masa depan pariwisata yang maju secara teknologi, tangguh, inklusif, dan memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal," katanya.
Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap implementasi APEC Tourism Strategic Plan 2025–2029, Putrajaya Vision 2040, serta berbagai langkah untuk memperkuat fasilitasi perjalanan wisata di kawasan APEC.
- Penulis :
- Aditya Yohan





