HOME  ⁄  Lifestyle

Film "Dear You" Berbahasa Teochew Raih Popularitas di Asia Tenggara, Catat Pendapatan Tinggi di Singapura dan Malaysia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Film "Dear You" Berbahasa Teochew Raih Popularitas di Asia Tenggara, Catat Pendapatan Tinggi di Singapura dan Malaysia
Foto: (Sumber :Suasana pemutaran film "Dear You", di Kuala Lumpur, Malaysia. ANTARA/HO-Yángchéng Wǎnbào)

Pantau - Film asal China berjudul Dear You yang menggunakan dialek Teochew meraih popularitas di sejumlah negara Asia Tenggara setelah mencatat kesuksesan penayangan di Singapura, Malaysia, Brunei, Hong Kong, dan Makau sejak pertengahan Juni 2026.

"Dialek Teochew yang digunakan tokoh nenek dalam film ini juga sangat mirip dengan bahasa Teochew yang kami gunakan, jadi rasanya sangat mengena. Banyak penonton menangis saat menonton film ini dan tidak sedikit pula anak muda yang datang bersama orang tua atau kakek-nenek mereka," ungkap CEO jaringan bioskop Golden Village Singapura Jiang Wenmei.

Sukses di Bioskop Asia Tenggara

Film yang dalam bahasa Mandarin berjudul 给阿嬷的情书 (Gěi ā mā de qíngshū) itu mulai diputar di bioskop Singapura, Brunei, Malaysia, Hong Kong, dan Makau sejak 18 Juni setelah tayang perdana di China pada 30 April 2026.

Di Singapura, film tersebut meraih pendapatan 7,3 juta dolar Singapura atau sekitar Rp95 miliar hanya dalam sepekan sehingga menjadi salah satu film berbahasa Mandarin terlaris dalam beberapa tahun terakhir.

Di Malaysia, Dear You diputar di lebih dari 100 bioskop dengan lebih dari 550 jadwal penayangan setiap hari dan berhasil mengumpulkan pendapatan 5,8 juta ringgit atau sekitar Rp22 miliar.

"Bahkan, ada lansia yang sudah bertahun-tahun tidak pernah masuk bioskop, akhirnya datang untuk menonton film ini, karena film ini berhasil mengangkat kisah-kisah yang dulu sering diceritakan oleh generasi kakek dan nenek kita ke layar lebar," ungkap Direktur Eksekutif Mega Films Distribution Malaysia Toh Jin Jiang.

Angkat Kisah Budaya Qiaopi

Film ini mengisahkan Ye Shurou, seorang nenek asal Teochew yang sepanjang hidupnya menunggu kabar dari sang suami, Zheng Musheng, yang merantau ke Thailand.

Perjalanan cucunya, Xiaowei, mengungkap fakta bahwa surat dan kiriman uang selama puluhan tahun ternyata dikirim oleh Xie Nanzhi setelah Zheng Musheng meninggal dunia pada 1960.

Kisah tersebut mengangkat tradisi Qiaopi, yakni budaya pengiriman surat dan uang oleh perantau China kepada keluarga di kampung halaman melalui jalur berbasis kepercayaan.

Arsip Qiaopi diakui sebagai bagian dari Memory of the World Register UNESCO sejak 2013.

Di China, Dear You telah membukukan pendapatan lebih dari 1,8 miliar RMB atau sekitar Rp3,6 triliun dan menempati posisi kedua daftar box office nasional pada 2026.

Hingga saat ini belum ada rencana penayangan film Dear You di Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan