HOME  ⁄  Lifestyle

Ahli Ungkap Lima Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Mentah karena Berisiko bagi Kesehatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ahli Ungkap Lima Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Mentah karena Berisiko bagi Kesehatan
Foto: (Sumber :Ilustrasi jamur. FOTO ANTARA/Agus Bebeng.)

Pantau - Ketua Departemen Ilmu Pangan Universitas Rutgers Donald W. Schaffner mengingatkan bahwa sejumlah makanan sebaiknya tidak dikonsumsi dalam kondisi mentah karena berpotensi mengandung patogen atau racun yang dapat membahayakan kesehatan.

Lima Makanan yang Perlu Dimasak Sebelum Dikonsumsi

Schaffner menjelaskan adonan kue mentah berisiko mengandung bakteri Salmonella dari telur dan E. coli maupun Salmonella dari tepung mentah.

Ia mengatakan, “Kami telah memperingatkan orang-orang sejak lama untuk tidak memakan adonan kue mentah karena kekhawatiran tentang Salmonella yang berasal dari telur yang digunakan dalam adonan kue.”

Selain adonan kue, susu mentah juga tidak dianjurkan karena belum melalui proses pasteurisasi yang dapat membunuh bakteri berbahaya seperti E. coli, Campylobacter, Listeria, dan Salmonella.

Daging giling mentah atau kurang matang juga berisiko mengandung E. coli O157:H7 sehingga disarankan dimasak hingga mencapai suhu internal minimal 160 derajat Fahrenheit.

Schaffner turut mengingatkan kacang merah mentah mengandung fitohemaglutinin (PHA) yang dapat memicu gangguan pencernaan hingga masalah ginjal jika tidak dimasak dengan benar.

Jamur shiitake dan morel juga termasuk makanan yang perlu dimasak terlebih dahulu karena dapat memicu gangguan kesehatan apabila dikonsumsi mentah atau kurang matang.

Memasak Jadi Langkah Penting Kurangi Risiko Penyakit

Ahli Diet Kesehatan Ginjal Jessica Clancy-Strawn mengatakan susu yang telah dipasteurisasi jauh lebih aman dibandingkan susu mentah karena proses pemanasan mampu menghilangkan patogen berbahaya.

Ia mengungkapkan jamur shiitake mentah juga dapat menyebabkan dermatitis flagelata akibat senyawa lentinan.

Clancy-Strawn mengatakan, “Memasak juga memecah kitin di dinding sel jamur, meningkatkan daya cerna dan penyerapan nutrisi.”

Para ahli menekankan proses memasak yang tepat merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit bawaan makanan sekaligus memastikan makanan aman dikonsumsi, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penulis :
Ahmad Yusuf