HOME  ⁄  Lifestyle

Penelitian Australia Ungkap Tidak Ada Waktu Aman Terpapar Sinar Matahari Tanpa Perlindungan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Penelitian Australia Ungkap Tidak Ada Waktu Aman Terpapar Sinar Matahari Tanpa Perlindungan
Foto: (Sumber :ILustrasi - Orang-orang bersantai di Pantai Bronte di Sydney, Australia, pada 18 Maret 2018. ANTARA/Xinhua/Bai Xuefei..)

Pantau - Penelitian terbaru di Australia menemukan tidak ada waktu yang benar-benar aman untuk terpapar sinar matahari tanpa perlindungan karena paparan sinar ultraviolet (UV) pada intensitas rendah sekalipun tetap dapat menyebabkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Penelitian Bantah Anggapan Waktu Aman Berjemur

Penelitian yang dilakukan QIMR Berghofer Medical Research Institute Australia menyebut paparan sinar matahari pada pagi maupun sore hari yang selama ini dianggap lebih aman tetap berpotensi merusak kulit apabila tanpa perlindungan.

Profesor Rachel Neale menjelaskan, "Anda bisa mendapatkan dosis radiasi UV (Ultraviolet) yang sama dalam waktu singkat pada tengah hari atau dalam waktu yang lebih lama pada awal atau akhir hari. Penelitian kami menunjukkan bahwa total dosislah yang penting, tidak masalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkannya."

Ia juga mengungkapkan, "Orang-orang berpotensi terlena dalam rasa aman ketika intensitas sinar matahari lemah, dan mereka menghabiskan waktu terlalu lama di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai. Kami telah menunjukkan bahwa hal itu menjadi masalah bagi kerusakan kulit."

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Photochemistry and Photobiology menunjukkan biopsi mengungkap adanya kerusakan DNA dan respons stres seluler, terlepas dari cepat atau lambatnya paparan sinar UV.

Perlindungan Tetap Diperlukan

Para peneliti mengukur berbagai penanda biologis, termasuk protein p53 yang berkaitan dengan kerusakan DNA, dan menemukan bukti dampak merugikan bahkan pada tingkat paparan yang belum memicu kulit memerah.

Profesor David Whiteman mengatakan paparan UV dalam intensitas rendah yang terjadi berulang dapat meningkatkan risiko kesehatan kulit.

Ia mengungkapkan, "Memiliki dampak kumulatif pada kulit dan dapat menyebabkan mutasi yang akan memicu kanker kulit."

Peneliti menegaskan sinar matahari tetap penting untuk membantu tubuh memperoleh vitamin D dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Mereka juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan perlindungan terhadap sinar matahari secara konsisten, termasuk saat paparan berlangsung singkat atau ketika intensitas sinar matahari terlihat rendah.

Penulis :
Ahmad Yusuf