HOME  ⁄  Lifestyle

Menpar Sebut Sarana Wisata Ramah Muslim Indonesia Unggul dan Berdaya Saing Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menpar Sebut Sarana Wisata Ramah Muslim Indonesia Unggul dan Berdaya Saing Global
Foto: (Sumber :Arsip foto - Penari liong menghibur wisatawan yang mengunjungi Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/6/2025). ANTARA FOTO/Maulana Surya/YU..)

Pantau - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan sarana wisata ramah Muslim di Indonesia dinilai lebih unggul dibandingkan negara lain, terutama dari aspek layanan yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim berdasarkan kerangka penilaian Global Muslim Travel Index (GMTI).

Menurut Widiyanti, keunggulan Indonesia terletak pada ketersediaan makanan halal, kemudahan akses ke fasilitas ibadah, layanan di bandara, serta pilihan akomodasi yang mendukung kenyamanan wisatawan Muslim.

"Dari perspektif kerangka penilaian Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia memiliki keunggulan pada aspek services," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

"Terutama dalam ketersediaan makanan halal, kemudahan akses ke fasilitas ibadah atau masjid, serta layanan di bandara dan pilihan akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim," ungkapnya.

Fasilitas dan Destinasi Jadi Kekuatan Indonesia

Widiyanti mengatakan Indonesia tidak hanya memiliki fasilitas pendukung wisata ramah Muslim, tetapi juga menawarkan destinasi dengan keindahan alam, budaya, serta keramahan masyarakat yang menghadirkan pengalaman wisata autentik.

Wisatawan Muslim dapat menikmati berbagai pilihan wisata, mulai dari budaya, bahari, kuliner, hingga layanan kebugaran tanpa khawatir mengalami kesulitan menjalankan ibadah maupun memenuhi ketentuan agama.

Sebanyak 15 provinsi yang memiliki daya dukung wisata ramah Muslim telah masuk dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI).

Provinsi Jawa Barat juga dinobatkan sebagai daerah paling menjanjikan pada Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards dalam ajang Halal In Travel Global Summit (HIT-GS) 2026 di Singapura.

Pemerintah Perkuat Ekosistem Wisata Halal

Widiyanti mengungkapkan Indonesia menempati peringkat kedua GMTI 2026 dengan skor 79, yang menjadi capaian tertinggi sejak mengikuti penilaian tersebut.

"Pencapaian ini mencerminkan semakin matangnya ekosistem wisata ramah Muslim Indonesia, sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat aspek-aspek yang dinilai dalam kerangka ACES (Access, Communication, Environment, dan Service)," ujarnya.

Kementerian Pariwisata terus berkolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk mengembangkan paket wisata ramah Muslim yang terintegrasi melalui peningkatan konektivitas, penguatan ekosistem halal, pengembangan destinasi prioritas, peningkatan kualitas layanan, penguatan sumber daya manusia, serta promosi wisata ramah Muslim.

Penulis :
Aditya Yohan