
Pantau - Pameran otomotif dinilai tetap menjadi instrumen penting bagi industri kendaraan bermotor nasional, namun perannya lebih sebagai akselerator keputusan pembelian dibandingkan pencipta permintaan baru di tengah tantangan daya beli masyarakat dan persaingan antarmerek.
Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengungkapkan, "Pameran otomotif memang menjadi salah satu kanal penjualan yang penting, tetapi bukan penentu utama penjualan kendaraan nasional."
Kontribusi Pameran Terhadap Penjualan Nasional
Pameran otomotif dimanfaatkan agen pemegang merek (APM) untuk memperkenalkan teknologi dan produk terbaru sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai merek kendaraan.
Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) menjadi salah satu pameran otomotif terbesar di Indonesia karena diikuti hampir seluruh APM dan digelar di kawasan Jabodetabek yang merupakan pasar otomotif terbesar sekaligus pusat pertumbuhan kendaraan elektrifikasi nasional.
Menurut Yannes, kontribusi GIIAS terhadap penjualan kendaraan nasional menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengungkapkan, "Kalau kondisi pasar membaik pada 2026, kontribusinya berpeluang bertahan atau sedikit meningkat."
Kontribusi GIIAS terhadap pasar kendaraan nasional diperkirakan mencapai sekitar 5 persen pada tahun lalu, meningkat dari sekitar 4 persen pada 2024 dan 3 persen pada 2023.
SPK Bukan Cerminan Penjualan Riil
Yannes menjelaskan capaian Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang diumumkan pabrikan selama pameran perlu disikapi secara cermat.
Menurutnya, sebagian besar SPK yang tercatat selama pameran masih berupa pemesanan dan belum sepenuhnya mencerminkan penjualan riil yang masuk dalam data distribusi kendaraan nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan



