HOME  ⁄  Lifestyle

Garam Himalaya dan Garam Laut Sama-sama Tinggi Natrium, Mana yang Lebih Sehat?

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Garam Himalaya dan Garam Laut Sama-sama Tinggi Natrium, Mana yang Lebih Sehat?
Foto: (Sumber :Petani mengolah garam beryodium di Desa Kedungmutih, Wedung, Demak, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026).ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz.)

Pantau - Garam Himalaya dan garam laut sama-sama mengandung mineral alami, tetapi perbedaan kandungan keduanya dinilai tidak memberikan dampak kesehatan yang signifikan sehingga jumlah konsumsi garam tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

Melansir Health, Kamis (20/8/2026), kedua jenis garam tersebut sebagian besar terdiri atas natrium dan klorida serta mengandung sedikit magnesium, kalium, kalsium, tembaga, mangan, dan zat besi.

Jumlah mineral tersebut terlalu kecil untuk memberikan manfaat berarti apabila garam dikonsumsi dalam batas aman setiap hari.

Satu sendok teh garam bahkan mengandung natrium dalam jumlah yang mendekati atau melebihi batas ideal 1.500 miligram per hari, terutama bagi orang dengan tekanan darah tinggi.

Kandungan Mineral Tidak Memberikan Perbedaan Besar

Garam Himalaya berasal dari tambang garam bawah tanah, sedangkan garam laut diperoleh melalui proses penguapan air laut menggunakan matahari dan angin.

Keduanya tergolong minim pemrosesan, tetapi garam Himalaya umumnya berwarna merah muda karena kandungan oksida besi, sementara garam laut biasanya berwarna putih atau sedikit abu-abu akibat mineral di dalamnya.

Meski kerap dianggap lebih sehat daripada garam meja, garam Himalaya dan garam laut tetap mengandung natrium dalam jumlah tinggi.

Perbedaan kadar natrium antara kedua jenis garam tersebut juga relatif kecil sehingga tidak memberikan keuntungan kesehatan yang berarti.

Potensi Kontaminasi dan Kandungan Yodium Perlu Diperhatikan

Konsumen perlu memperhatikan potensi kontaminasi karena garam Himalaya dapat mengandung logam seperti aluminium, barium, silikon, dan kemungkinan timbal.

Garam laut juga berpotensi mengandung mikroplastik akibat pencemaran lingkungan laut.

Kedua jenis garam tersebut bukan sumber yodium yang memadai, sedangkan garam meja biasanya diperkaya yodium untuk membantu mencegah kekurangan zat tersebut yang dapat mengganggu fungsi tiroid.

Yodium juga dapat diperoleh melalui sejumlah makanan, termasuk ikan, rumput laut, dan telur.

Karena perbedaan manfaat kesehatannya tidak signifikan, pemilihan garam Himalaya atau garam laut dapat didasarkan pada rasa dan kebutuhan memasak, sementara jumlah garam yang dikonsumsi tetap perlu dibatasi.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan
FLOII 2026